Pemberian Sesari setelah Upacara Dinilai Ubah Makna Yadnya
- 03 Jun 2026 12:00 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID,Denpasar- Pemberian sesari setelah upacara selesai, dinilai berpotensi menggeser makna yadnya dari bentuk bakti menjadi hubungan transaksional antara umat dan pelayan upacara. Pandangan tersebut mengemuka dalam Obrolan Komunitas Pro 4 RRI Denpasar, Selasa, 26 Mei 2026, yang menghadirkan Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar, Dr. I Nyoman Arya, S.Ag., M.Pd.H.
Dalam dialog tersebut, Nyoman Arya menjelaskan bahwa dalam pandangan tattwa, sesari semestinya dihaturkan sebelum sulinggih memuput upacara, sebagai simbol penyerahan diri secara tulus. “Sesari pada hakikatnya adalah persembahan suci atau bakti, sehingga penghaturannya menjadi bagian dari kesadaran umat menyerahkan yadnya kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa,” ujar Nyoman Arya.
Nyoman Arya menjelaskan perbedaan antara bakti dan upah, bukan ditentukan oleh besar kecilnya nominal yang diberikan, melainkan terletak pada niat dan kesadaran batin saat menghaturkannya. Jika sesari diberikan setelah upacara selesai, maknanya disebut lebih mudah dipahami sebagai imbalan jasa dibanding persembahan spiritual.
Menurut Nyoman Arya, sulinggih maupun pemangku menjalankan tugas memuput yadnya, sebagai bagian dari laku pengabdian, dan bukan profesi yang berorientasi pada bayaran. “Pelayanan rohani dalam yadnya dilandasi semangat ngayah, sehingga umat juga diharapkan hadir dengan rasa bakti, bukan sekadar memberikan pembayaran setelah upacara selesai,” ungkap Nyoman Arya.
Selain sesari, masyarakat juga diajak memahami perbedaan makna punia dan upah, agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam kehidupan beragama di Bali. Punia dipahami sebagai dana kebajikan yang diberikan dengan tulus untuk kepentingan sosial dan keagamaan, sedangkan upah merupakan kompensasi kerja yang bersifat profesional.
Nyoman Arya berharap umat Hindu mampu menjaga kesucian yadnya, dengan menempatkan sesari sesuai nilai spiritual yang diwariskan dalam tradisi Hindu Bali. Kesadaran itu dinilai penting, agar pelaksanaan upacara tetap berlandaskan ketulusan, pengabdian, dan rasa syukur kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....