Makna Sesari Sebagai Wujud Bakti dan Rasa Syukur Umat Hindu
- 03 Jun 2026 11:59 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID,Denpasar- Sesari dalam tradisi Hindu dimaknai sebagai bentuk ketulusan dan penyerahan diri kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa, bukan sekadar pemberian materi setelah upacara berlangsung. Hal tersebut terungkap dalam acara Obrolan Komunitas Pro 4 RRI Denpasar, Selasa, 26 Mei 2026, bersama Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar, Dr. I Nyoman Arya, S.Ag., M.Pd.H.
Dalam pemaparannya, Nyoman Arya menjelaskan bahwa sesari sebagai persembahan suci yang diletakkan di atas banten atau sesaji, sebagai simbol inti sari hasil usaha manusia, yang dihaturkan secara tulus kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa. Tradisi tersebut juga dimaknai sebagai pelepasan keterikatan terhadap materi, serta wujud rasa syukur umat dalam pelaksanaan yadnya.
Nyoman Arya menambahkan bahwa sesari tidak dapat disamakan dengan konsep upah dalam pekerjaan professional, karena dilandasi semangat ngayah dan pengabdian. “Sesari merupakan simbol ketulusikhlasan dan persembahan suci dalam yadnya, sehingga maknanya bukan transaksi, melainkan bakti yang dihaturkan dengan kesadaran batin,” ujar Nyoman Arya.
Ia menambahkan, dalam praktiknya sesari memang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pura maupun kesejahteraan pemangku dan pelayan pura, sebagai bentuk apresiasi atas waktu dan tenaga yang dicurahkan selama pelayanan upacara berlangsung. Namun demikian, nilai utama dari sesari, tetap berada pada niat tulus umat saat menghaturkan persembahan tersebut.
| Baca juga: Nilai Harmoni Bali sebagai Penangkal Burnout |
Fenomena pengambilan sesari sebelum ritual selesai didoakan yang belakangan sempat menjadi perhatian Masyarakat, dinilai dapat mengganggu kesucian pelaksanaan yadnya. Kondisi itu disebut memunculkan kekhawatiran, karena sesari yang semestinya sakral justru dipandang sebatas uang yang diperebutkan.
Nyoman Arya mengajak umat Hindu untuk menjaga kembali kesadaran spiritual, dalam menghaturkan sesari agar tidak bergeser menjadi sekadar imbalan jasa. “Makna sejati sesari adalah penyerahan diri dengan rasa bakti, sehingga umat perlu memahami bahwa yang utama bukan besar kecilnya pemberian, tetapi niat tulus dalam menghaturkannya,” tutup Nyoman Arya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....