Lima Tradisi Idul Adha yang Masih Dilestarikan di Indonesia

  • 23 Mei 2026 11:05 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Hari Raya Idul Adha tidak hanya identik dengan penyembelihan hewan kurban, namun terdapat tradisi unik di berbagai daerah. Setiap wilayah memiliki cara unik dalam menyambut hari besar Islam ini yang diwariskan turun-temurun. Berikut lima tradisi unik menyambut idul adha dari berbagai daerah :

1. Apitan – Semarang

Melansir dari kompastravel.com, Apitan adalah ungkapan syukur atas hasil bumi dan rezeki yang melimpah. Tradisi ini ditandai dengan pembacaan doa dan arak-arakan gunungan berisi hasil tani dan ternak. Pertunjukan seni rakyat seperti kuda lumping juga turut memeriahkan rangkaian tradisi ini.

2. Manten Sapi – Pasuruan

Tradisi manten sapi adalah menghias sapi yang akan dijadikan hewan kurban layaknya pengantin dengan kalung bunga dan kain. Melansir dari indozone.com, tradisi ini merupakan bentuk penghormatan masyarakat terhadap hewan kurban sebelum disembelih.

3. Mepe Kasur – Banyuwangi

Masyarakat suku osing di banyuwangi memiliki tradisi mepe kasur sebelum idul adha sebagai simbol membersihkan diri. Tradisi ini dilakukan dengan menjemur kasur-kasur berwarna merah hitam secara serentak di depan rumah. Melansir dari detik.com, tradisi ini juga dipercaya dapat menjaga keharmonisan rumah tangga.

4. Kaul Negeri dan Abda’u – Maluku Tengah

Setelah solat idul adha dilakukan, masyarakat tulehe di Maluku tengah membawa kambing kurban untuk diarak keliling desa. Tradisi yang dilakukan sambil diiringi dzikir dan salawat tersebut menjadi symbol rasa syukur sekaligus mempererat persatuan masyarakat setempat.

5. Toron dan Nyalasi – Madura

Toron bermakna pulang kampong untuk berkumpul bersama keluarga besar. Nyalasi merupakan kegiatan berziarah ke makam leluhur. Dua tradisi ini dilakukan sebelum idul adha yang mencerminkan kuatnya nilai kekeluargaan dan penghormatan kepada orang tua serta leluhur.

Beragam tradisi Idul Adha di Indonesia menunjukkan bahwa perayaan keagamaan tidak hanya menjadi bentuk ibadah. Tradisi-tradisi tersebut menjadi kekayaan budaya bangsa yang patut dijaga agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....