Kenapa Orang Mudah Marah? Ajaran Hindu Punya Jawabannya

  • 18 Mei 2026 15:07 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Penyuluh Agama Hindu dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Badung, Tude Muliadi, mengajak umat Hindu untuk mampu mengendalikan emosi dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut disampaikannya dalam program siaran Surya Puja di Pro 4 RRI Denpasar bertajuk “Mengendalikan Emosi dalam Diri”, Minggu 17 Mei 2026.

Dalam pemaparannya, Tude menjelaskan bahwa emosi merupakan bagian alami dari kehidupan manusia yang memengaruhi pikiran, ucapan, dan tindakan seseorang. “Emosi merupakan suatu keadaan dalam diri manusia yang tidak kasat mata dan kemunculannya cenderung datang secara tiba-tiba,” ujarnya.

Menurutnya, emosi yang tidak terkendali dapat menimbulkan berbagai perilaku negatif yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. “Apabila dalam diri seseorang sedang dalam kondisi emosi marah, maka tindakan verbal dan nonverbal akan membuat orang takut dan tidak nyaman,” katanya.

Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Badung tersebut menerangkan, dalam ajaran Hindu musuh terbesar manusia sejatinya berada dalam diri sendiri, yakni ego dan ketidakmampuan mengendalikan pikiran. Karena itu, manusia diajak untuk memahami kekuatan dan kelemahan diri agar tidak mudah terbawa emosi negatif.

Selain itu, Tude menjelaskan bahwa emosi positif seperti tenang, bahagia, dan gembira dapat meningkatkan aktivitas otak serta semangat dalam belajar maupun bekerja. Sebaliknya, emosi negatif seperti marah, kecewa, dan takut dapat mengganggu konsentrasi dan memicu tindakan agresif.

Ia juga menekankan pentingnya pengendalian emosi melalui meditasi, yoga, dan pengembangan sifat satwam atau kebijaksanaan. “Rasa marah itu tidak boleh ditekan, namun jangan juga dituruti,” ungkapnya.

Dalam ajaran Hindu, lanjutnya, emosi dipengaruhi oleh Tri Guna, yakni satwam, rajas, dan tamas yang membentuk karakter seseorang. Oleh sebab itu, manusia dianjurkan memperkuat sifat satwam agar mampu berpikir jernih dan bijaksana dalam menghadapi persoalan hidup.

Tude Muliadi menilai ketidakmampuan mengendalikan emosi dapat memicu berbagai persoalan sosial seperti kekerasan, perundungan, tawuran hingga tindakan bunuh diri. “Dengan sedikit suntikan kebijaksanaan dan ketenangan, kita dapat melampiaskan emosi dengan cara yang lebih baik dan positif,” tuturnya.

Pada akhir siaran, masyarakat diimbau untuk rajin bermeditasi, berinteraksi secara sehat dengan lingkungan, serta membuka diri terhadap nasihat yang baik. Langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan kehidupan yang harmonis, damai, dan penuh tanggung jawab.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....