Implementasi Kasih Sayang Terhadap Hewan Melalui Tradisi Mebanten Jotan

  • 14 Mei 2026 10:11 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID,Denpasar- Filosofi kasih sayang dalam ajaran Hindu di Bali tidak hanya terbatas pada sesama manusia, tumbuhan, tetapi juga terhadap mahluk hidup lainnya termasuk hewan peliharaan. Penyuluh Agama Hindu Ahli Madya Kementerian Agama Kabupaten Badung, I Gusti Agung Istri Purwati,S.Sos.M.Fil.H., mengungkapkan setiap mahluk hidup mendambakan kedamaian, dan ingin terbebas dari segala bentuk rasa sakit atau penderitaan fisik.

Kesadaran ini memunculkan rasa empati mendalam, saat manusia harus mengonsumsi daging hewan, sehingga diperlukan doa khusus agar kematian hewan tersebut, tidak menjadi sia-sia di hadapan Tuhan. “Tradisi mendoakan hewan sebelum dipotong bertujuan agar roh mahluk tersebut, mendapatkan tempat yang lebih baik serta kesempatan untuk berevolusi pada kehidupan yang akan datang” ujar Purwati ketika berbincang dalam program acara Obrolan Komunitas di Pro 4 RRI Denpasar, Selasa, 12 Mei 2026.

Purwati menjelaskan bahwa ketakutan hewan saat akan disembelih dapat terlihat secara fisik melalui air mata, atau reaksi tubuh lainnya yang menunjukkan rasa sakit yang luar biasa. Oleh karena itu, agama Hindu memberikan tuntunan agar setiap pengorbanan hewan dalam konteks yadnya, harus dilakukan dengan penuh rasa syukur dan dibarengi dengan ritual penyucian yang tepat.

Di Bali terdapat tradisi unik bernama mebanten jotan yang dilaksanakan setelah selesai memasak, sebagai simbol penghormatan kepada semua mahluk yang telah berjasa menyediakan makanan. Tradisi ini merupakan bentuk ucapan terima kasih langsung kepada Tuhan, karena telah memberikan kehidupan dan energi melalui bahan pangan yang berasal dari mahluk hidup lainnya.

Purwati menegaskan bahwa kebenaran filsafat Wedanta dapat dibuktikan secara nyata, melalui efek positif dari getaran cinta kasih yang disebarluaskan kepada sesama. Getaran kasih sayang ini harus menjadi landasan dalam berinteraksi dengan benda, hewan, dan tumbuhan, agar tercipta ekosistem dunia yang penuh dengan kedamaian dan kebahagiaan sejati.

Melalui praktik harian mebanten jotan, umat Hindu diajarkan untuk tidak bersikap sewenang-wenang terhadap hewan, dan selalu mengingat bahwa ada nyawa yang berkorban demi kelangsungan hidup manusia. “Pola pikir ini sangat penting untuk menanamkan karakter peduli lingkungan sejak dini dalam keluarga, agar terbentuk masyarakat yang harmonis dengan alam dan seisinya” tutup Purwati.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....