Dampak Buruk Kemarahan bagi Kesehatan Tubuh Manusia

  • 14 Mei 2026 10:03 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID,Denpasar- Menjelang perayaan hari suci Tumpek Wariga pada Saniscara Kliwon Wuku Wariga, Sabtu,23 Mei 2026, Penyuluh Agama Hindu Ahli Madya Kementerian Agama Kabupaten Badung, I Gusti Agung Istri Purwati,S.Sos.M.Fil.H.,menekankan pentingnya memahami bahaya energi negatif dari kemarahan, bagi kesehatan organ dalam tubuh manusia. Menurut Purwati sikap kasar terhadap mahluk lain, sebenarnya mencerminkan ketidakharmonisan di dalam diri pelakunya sendiri yang berujung pada penyakit fisik.

Purwati mengungkapkan keluarnya energi kemarahan saat memarahi mahluk lain, akan menyebabkan ketegangan otot, peningkatan tekanan darah, hingga gangguan pernapasan yang merusak sistem jantung serta otak manusia. Hal ini menjelaskan mengapa orang yang sering meluapkan emosi negatif, cenderung mengalami berbagai keluhan kesehatan seperti pusing dan mulas akibat rambatan energi negatif ke seluruh tubuh.

Purwati menceritakan sebuah kasus percobaan seorang siswa mengalami sakit kepala dan mulas yang hebat, setelah menghabiskan waktu satu jam untuk memarahi seekor kodok sebagai medianya. "Memarahi orang lain atau makhluk lain itu berarti juga memarahi diri sendiri, karena kemarahan itu membuat seluruh otot kita tegang dan darah bergerak sangat cepat," ungkap Purwati ketika berbincang dalam program acara Obrolan Komunitas di Pro 4 RRI Denpasar, Selasa, 12 Mei 2026.

Sebaliknya, memancarkan energi cinta kasih dan berkata lembut kepada setiap mahluk hidup akan merangsang tubuh serta pikiran untuk menjadi lebih rileks, tenang, dan bahagia secara alami. Kondisi psikologis yang stabil ini sangat mendukung sistem imun tubuh, sehingga seseorang menjadi lebih tahan terhadap serangan penyakit dan memiliki kualitas hidup yang jauh lebih baik.

Purwati mengungkapkan sebuah analogi menarik bahwa wajah manusia ibarat karet, yang jika sering ditarik dengan kencang dalam kondisi tegang, maka akan cepat menjadi kendur atau terlihat keriput. Sebaliknya tersenyum dan menjaga ketenangan batin, dipercaya sebagai resep awet muda yang paling efektif, karena menjaga kekenyalan kulit serta pancaran aura wajah tetap segar dan bercahaya.

Purwati berpesan agar masyarakat hendaknya berusaha untuk melakukan pengendalian diri agar tidak dikuasai oleh kemarahan atau kebencian. "Berusahalah mengurangi kemarahan atau kebencian karena akan berakibat fatal, baik bagi sesama mahluk maupun terhadap diri kita sendiri dalam jangka panjang," tutup Purwati.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....