Rai Mantra Desak Pemda Percepat RDTR Demi Selamatkan Subak UNESCO
- 19 Mei 2026 13:09 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID,Denpasar- Anggota DPD RI Komite III, Dr. Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, S.E., M.Si., mendesak pemerintah daerah segera mempercepat penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), demi menyelamatkan Subak Jatiluwih di Tabanan, dari ancaman pencabutan status warisan budaya dunia oleh UNESCO.
Langkah strategis pengawasan ini diambil, menyusul adanya indikasi konflik pemanfaatan lahan, serta ancaman sanksi akibat masifnya laju investasi modern, yang berpotensi menggerus zona konservasi ekologis di kawasan tersebut.
Dalam dialog interaktif Rahina Ayu di Pro 4 RRI Denpasar, Rabu, 13 Mei 2026,Rai Mantra memandang pentingnya regulasi turunan ini, karena status UNESCO bukan sekadar alat pemasaran pariwisata, melainkan sebuah warisan intelektual adiluhung yang wajib dijaga harkatnya.
“Jika kawasan persawahan tersebut sampai mendapatkan catatan buruk atau kartu merah dari lembaga kebudayaan dunia, maka dampak degradasi wibawa budaya, akan menjadi kerugian yang sangat besar bagi Bali dan Indonesia “ ujar Rai Mantra.
Rai Mantra mengungkapkan pemerintah daerah diharapkan mampu menempatkan posisinya secara tepa,t melalui percepatan RDTR di area cagar budaya, tanpa mengedepankan motif komersialisasi sepihak. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dinilai menjadi kunci utama, untuk merumuskan formula perlindungan hukum yang berbasis kelestarian lingkungan hidup.
Melalui fungsi pengawasan Komite III DPD RI, koordinasi lintas sektor bersama Dinas Kebudayaan di tingkat provinsi serta kabupaten terus diupayakan, guna memitigasi peralihan alih fungsi lahan persawahan. Rai Mantra menegaskan penegakan Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2007 tentang cagar budaya, harus dijadikan landasan kuat dalam membatasi pembangunan infrastruktur non-pertanian di zona inti.
Menurutnya, komitmen menjaga filosofi Tri Hita Karana secara murni akan menjadi benteng pertahanan utama, dalam menghadapi gempuran modal ekonomi pariwisata global. “Jangan kita hanya terpaku sebatas pengakuan UNESCO, tapi bagaimana pemahaman terhadap pelestariannya “ tutup Rai Mantra.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....