Narkoba Disebut Musuh Dharma, Ini Benteng Spiritual untuk Generasi Muda
- 18 Mei 2026 09:54 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar, Ida Ayu Kade Ratna Wati, mengingatkan pentingnya memperkuat sraddha dan bhakti sebagai upaya melindungi diri dari ancaman penyalahgunaan narkoba. Dalam siaran Surya Puja di Pro 4 RRI Denpasar, Sabtu 16 Mei 2026, ia menegaskan bahwa narkoba bukan hanya merusak kesehatan fisik, tetapi juga menghancurkan mental, moral, dan masa depan generasi muda.
“Dalam perspektif agama Hindu, segala sesuatu yang merusak tubuh, pikiran, dan jiwa termasuk perbuatan adharma,” ujar Ratna Wati. Ia menjelaskan bahwa narkoba dapat melemahkan kesadaran, menghilangkan pengendalian diri, serta menjauhkan manusia dari tujuan hidup menuju jagadhita dan moksa.
Menurut Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Gianyar tersebut, penguatan Panca Sraddha menjadi dasar penting agar umat mampu menolak pengaruh negatif lingkungan. “Jika keyakinan kita kuat terhadap ajaran dharma, maka kita akan mampu menjauhkan diri dari pengaruh buruk narkoba,” katanya.
Ia juga mengibaratkan tubuh manusia sebagai rumah bagi atman yang harus dijaga kesuciannya. “Ketika narkoba masuk ke dalam tubuh, itu seperti api yang membakar rumah sendiri dan merugikan orang-orang di sekitarnya,” ungkapnya.
Selain sraddha, Ratna Wati menekankan pentingnya bhakti melalui sembahyang rutin, menjaga pikiran, perkataan, dan perbuatan sesuai ajaran Tri Kaya Parisudha. Ia menyebut orang yang memiliki bhakti kuat akan lebih mampu mengendalikan diri dan tidak mudah tergoda oleh gaya hidup negatif.
Generasi muda disebut sebagai kelompok paling rentan terhadap penyalahgunaan narkoba akibat pengaruh pergaulan, media sosial, dan tuntutan gaya hidup modern. Karena itu, ia mengajak keluarga untuk lebih aktif menanamkan nilai agama serta membangun komunikasi hangat dengan anak sejak dini.
“Orang tua adalah guru pertama bagi anak, sehingga perhatian dan kasih sayang keluarga menjadi benteng utama agar anak tidak mencari pelarian ke lingkungan yang salah,” tuturnya. Di akhir siaran, ia mengajak umat menjadikan ajaran dharma sebagai pedoman hidup demi terciptanya kehidupan yang suci, sehat, dan bermakna.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....