Setiap Individu Sejatinya Memiliki Benih Cinta Kasih di dalam Diri
- 20 Apr 2026 09:00 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kota Denpasar, Ida Bagus Made Putra, dalam siaran Surya Puja Pro 4 RRI Denpasar edisi Senin, 20 April 2026 menekankan pentingnya menumbuhkan cinta kasih di tengah kehidupan modern yang sarat ego dan kepentingan pribadi. Ia mengajak umat untuk kembali menyadari bahwa kasih adalah fondasi utama dalam membangun harmoni dengan sesama dan alam semesta.
Dalam pemaparannya, Putra menyampaikan bahwa banyak aktivitas kemanusiaan saat ini cenderung dilandasi kepentingan tersembunyi, bukan ketulusan. Oleh karena itu, manusia diingatkan untuk menjalankan kewajiban tanpa pamrih, sebagaimana ajaran suci yang menekankan kerja sebagai dharma, bukan sekadar mencari hasil.
Lebih lanjut, ia mengutip ajaran Bhagavad Gita yang menegaskan bahwa manusia berhak atas tindakan, namun tidak atas hasilnya. Pesan ini menjadi pengingat agar setiap perbuatan dilakukan dengan tulus tanpa keterikatan pada imbalan.
Ia juga menyoroti pentingnya menghargai proses dalam kehidupan, bukan hanya terpaku pada hasil akhir. Setiap keberhasilan, menurutnya, lahir dari perjalanan panjang yang penuh pembelajaran dan kegagalan.
"Dalam refleksinya, bunga dijadikan simbol kehidupan yang sarat makna," ungkap Putra. Ia menjelaskan bahwa bunga mengajarkan manusia untuk terus bertumbuh ke atas, memancarkan kebaikan tanpa diskriminasi, serta ikhlas menghadapi perubahan.
Selain itu, bunga juga menggambarkan ketulusan dalam memberi tanpa mengeluh dan kesiapan untuk berkorban demi kehidupan yang lebih luas. Nilai ini menjadi cerminan bagaimana manusia seharusnya menjalani hidup dengan penuh keikhlasan.
Penyuluh agama Hindu Kota Denpasar tersebut menjelaskan bahwa setiap individu sejatinya memiliki benih kasih dalam diri yang harus dirawat melalui praktik kehidupan sehari-hari. Dengan menumbuhkan kasih dan mengurangi kebencian, manusia akan mencapai kedamaian sejati.
"Cinta kasih juga disebut sebagai dasar dari ajaran ahimsa atau tanpa kekerasan yang menjadi prinsip luhur dalam kehidupan spiritual," tegasnya. Disebutkan, tanpa memahami kasih, seseorang tidak akan mampu menjalankan nilai ahimsa secara utuh.
Lebih jauh, Putra menyampaikan bahwa kebahagiaan sejati hanya dapat dicapai melalui kasih yang murni. Kasih menjadi harta paling berharga yang mampu membawa manusia pada kebahagiaan yang langgeng.
Sebagai penutup, Putra menekankan bahwa seluruh umat manusia adalah satu keluarga besar sebagaimana ajaran Weda. Oleh karena itu, hubungan antar manusia harus dilandasi dharma agar tercipta keharmonisan dan keberlanjutan dalam kehidupan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....