Satyam, Siwam, Sundaram dalam Kehidupan Masyarakat Hindu Bali

  • 16 Apr 2026 13:10 WIB
  •  Denpasar

RRI.Co.ID, Denpasar — Siaran Obrolan Galang Kangin Pro 4 RRI Denpasar edisi Kamis, 16 April 2026 mengangkat tema “Satyam, Siwam, Sundaram” bersama Ajik Tibah dan Beli Kejoer. Tema ini menekankan pentingnya nilai kebenaran, kesucian, dan keindahan dalam menjalani kehidupan beragama Hindu.

Dalam perbincangan tersebut dijelaskan bahwa ajaran agama Hindu sarat dengan simbol-simbol yang memiliki makna mendalam. Simbol seperti canang dan banten bukan sekadar sarana upacara, melainkan media untuk memahami hakikat hidup manusia.

Hakikat kehidupan yang dimaksud meliputi kesadaran tentang asal-usul manusia, tujuan hidup, serta arah perjalanan spiritual. Nilai-nilai ini menjadi inti ajaran yang harus dipahami, bukan hanya dilaksanakan secara seremonial.

Selain itu, agama Hindu juga mengajarkan tiga kerangka dasar yakni tattwa, susila, dan upacara. Ketiganya saling berkaitan dalam membentuk keseimbangan antara pengetahuan, etika, dan praktik keagamaan.

"Dalam praktiknya, pembuatan canang mengandung filosofi yang mendalam, mulai dari bentuk hingga isi yang digunakan," ungkap Tibah. Ia menjelaskan, setiap unsur seperti daun, bunga, dan warna memiliki simbolisasi yang berkaitan dengan ajaran spiritual dan keseimbangan alam.

Penggunaan bunga dengan berbagai warna juga melambangkan manifestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam berbagai aspek. Penempatan arah bunga mencerminkan konsep kosmologi Hindu yang mengajarkan harmoni antara manusia dan alam semesta.

"Selain aspek simbolik, nilai bakti menjadi hal utama dalam setiap persembahan," tambah Kejoer. Ia mengungkapkan, ketulusan hati dalam menghaturkan yadnya dinilai lebih penting daripada bentuk atau kemewahan sarana upacara.

Dalam obrolan tersebut, Tibah dan Kejoer juga menyampaikan pentingnya melestarikan tanaman upakara sebagai bagian dari keberlanjutan tradisi. Upaya ini tidak hanya menjaga ketersediaan sarana upacara, tetapi juga mempertahankan kearifan lokal masyarakat Bali.

Nilai-nilai yang diajarkan dalam kehidupan sehari-hari seringkali diperoleh secara turun-temurun melalui keluarga. Proses ini menjadi pendidikan tidak langsung yang membentuk karakter dan kesadaran spiritual generasi muda.

Melalui konsep Satyam, Siwam, Sundaram, umat Hindu diajak untuk selalu berpikir benar, bertindak suci, dan menciptakan keindahan dalam kehidupan. Dengan demikian, kehidupan yang harmonis dan seimbang dapat terwujud sesuai ajaran dharma.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....