Makna Kemerdekaan, Benarkah Hanya Bebas dari Penjajahan?
- 18 Agt 2026 09:55 WIB
- Denpasar
Poin Utama
- Makna kemerdekaan tidak hanya terbebas dari penjajahan, melainkan sikap bertanggung jawab dan berlandaskan kebenaran dalam kehidupan bermasyarakat.
- Program Obrolan Galang Kangin RRI Denpasar membahas bagaimana masyarakat harus mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif agar memberikan manfaat bagi kehidupan bersama.
- Kebebasan yang diperoleh melalui kemerdekaan harus diarahkan pada tujuan-tujuan positif agar tidak merugikan kehidupan bersama dalam bermasyarakat.
RRI.CO.ID, Denpasar - Makna kemerdekaan tidak hanya sebatas terbebas dari penjajahan, tetapi juga bagaimana masyarakat mengisi kemerdekaan dengan sikap bertanggung jawab dan berlandaskan kebenaran. Hal tersebut menjadi pembahasan dalam program Obrolan Galang Kangin di Pro 4 RRI Denpasar, bersama Ajik Tibah dan I Nyoman Sunarta, Senin 17 Agustus 2026.
Dalam perbincangan tersebut, kemerdekaan dimaknai sebagai kesempatan bagi masyarakat untuk menjalani kehidupan tanpa keterikatan dari penjajahan. Namun, kebebasan tetap harus diarahkan pada hal-hal yang positif agar kemerdekaan memberikan manfaat bagi kehidupan bersama.
“Bebas dari keterikatan, terutama dari penjajahan,” ujar Tibah memaknai kemerdekaan. Ia menambahkan, kemerdekaan juga mengandung tanggung jawab untuk menjaga semangat persatuan dan tidak menyalahgunakan kebebasan yang telah diperjuangkan.
Tibah dan Sunarta menekankan, kemerdekaan harus diisi dengan semangat membangun bangsa. Masyarakat tidak cukup hanya merayakan kemerdekaan dengan kegembiraan, tetapi juga perlu memahami arti perjuangan dan tanggung jawab sebagai warga negara.
“Sekarang kita harus gembira karena kita sudah berada di alam yang merdeka,” ungkap Sunarta. Ditambahkan, kegembiraan tersebut selayaknya diwujudkan melalui tindakan nyata yang dapat menjaga dan memperkuat kemerdekaan.
Pembahasan juga mengaitkan makna kemerdekaan dengan nilai-nilai keagamaan Hindu, khususnya keyakinan dalam Panca Sraddha. Kebebasan yang dimiliki manusia hendaknya tetap berpedoman pada kepercayaan, kebenaran, serta nilai-nilai dharma.
Kemerdekaan sejati bukan berarti seseorang dapat melakukan apa saja tanpa batas. “Merdeka tetap berdasarkan kebenaran,” ktutur Tibah, menjadi pesan penting dalam perbincangan tersebut.
Sebagai warga negara Indonesia, masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menjaga kemerdekaan melalui sikap saling menghormati dan peduli terhadap lingkungan sosial. Semangat kemerdekaan juga dapat diwujudkan dengan menjaga persatuan serta menjalankan kewajiban sesuai peran masing-masing.
Para pembicara mengajak masyarakat untuk tidak berhenti pada perayaan kemerdekaan secara seremonial. “Kita sudah berada di alam yang merdeka, namun kemerdekaan tersebut perlu diisi dengan perilaku yang mencerminkan rasa syukur dan tanggung jawab," .
Kemerdekaan pada akhirnya menjadi kesempatan untuk membangun kehidupan yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan bangsa. Dengan berpegang pada nilai kebenaran dan dharma, semangat kemerdekaan diharapkan tetap hidup dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....