Emosi dalam Perspektif Hindu Berkaitan dengan Kama
- 09 Apr 2026 08:08 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Program siaran Surya Puja di Pro 4 RRI Denpasar, menghadirkan penyuluh agama Hindu Kementerian Agama Kabupaten Badung, Ni Ketut Putri Yuniari, dalam siaran bertema “Emosi dalam Filsafat Hindu”, Rabu 8 April 2026. Ia menjelaskan bahwa emosi merupakan reaksi perasaan yang muncul sebagai respons terhadap situasi, pengalaman, maupun pikiran, bersifat alami dan memengaruhi cara berpikir, bertindak, serta mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari.
Yuniari memaparkan bahwa emosi terbagi menjadi dua, yaitu emosi positif seperti bahagia, cinta kasih, dan syukur, serta emosi negatif seperti marah, takut, dan cemas. Emosi juga memiliki sifat sementara, muncul seperti gelombang yang dapat naik dan turun tergantung bagaimana seseorang mengelolanya.
"Emosi tidak hanya dirasakan secara batin, tetapi juga memengaruhi kondisi fisik dan perilaku," jelasnya. Ditambahkan, perubahan emosi dapat terlihat melalui tindakan, ucapan, hingga respons seseorang terhadap berbagai situasi.
Dalam perspektif Hindu, emosi berkaitan dengan kama atau keinginan yang perlu dikendalikan dengan Dharma. Pengendalian pikiran menjadi kunci utama agar emosi tidak menjerumuskan manusia ke dalam tindakan negatif.
Penyuluh agama Hidu Kabupaten Badung tersebut juga menguraikan konsep triguna dalam filsafat Hindu, yaitu sattvam, rajas, dan tamas sebagai kualitas dasar yang memengaruhi pikiran dan perilaku manusia. Ketiga guna ini membentuk dinamika kehidupan serta tingkat kesadaran spiritual seseorang.
Sattva dijelaskan sebagai sifat kemurnian, ketenangan, dan kebijaksanaan yang membawa manusia menuju kebenaran. Rajas merupakan sifat aktif yang mendorong ambisi dan keinginan, sementara tamas berkaitan dengan kemalasan, kegelapan, dan ketidaktahuan.
Ketiga guna tersebut bekerja secara dinamis dan saling memengaruhi dalam kehidupan manusia. Dominasi salah satu guna dapat menentukan pola pikir, tindakan, serta kondisi batin seseorang.
"Namun demikian, tujuan utama dalam ajaran Hindu bukan hanya memahami triguna, melainkan melampaui ketiganya," tegas Yuniari. Menurutnya, melalui disiplin diri, pengendalian pikiran, serta praktik spiritual, manusia dapat mencapai kesadaran yang lebih tinggi.
Yuniari menekankan pentingnya upaya mengatasi tamas dengan disiplin dan lingkungan yang baik. Selain itu, rajas perlu diseimbangkan dengan mengurangi keterikatan pada hasil dan meningkatkan kesadaran dalam setiap aktivitas.
Untuk meningkatkan sattva, umat dianjurkan menjalani pola hidup sehat, membaca ajaran spiritual, serta menumbuhkan nilai kejujuran dan kasih sayang. Pelayanan tanpa pamrih juga menjadi salah satu cara memperhalus batin dan meningkatkan kualitas diri.
Di akhir siaran, disimpulkan bahwa triguna merupakan realitas psikologis yang memengaruhi kehidupan manusia. Dengan memahami dan mengelolanya, umat Hindu diharapkan mampu mencapai kedamaian batin dan menuju pembebasan spiritual.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....