Tidak Semua Kewajiban Dapat Dijalankan Bersamaan dalam Satu Waktu

  • 06 Apr 2026 09:47 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Program siaran obrolan Galang Kangin di Pro 4 RRI Denpasar, edisi Senin 6 April 2026 mengangkat topik “Mangda Sami-Sami Mamargi” yang membahas pentingnya keseimbangan antara pekerjaan dan kewajiban adat di Bali. Perbincangan Ajik Tibah dan Beli Kejoer ini menyoroti realitas masyarakat yang harus membagi waktu antara aktivitas kerja dan kegiatan adat di desa maupun banjar.

Dalam dialognya Tibah dan Kejoer menyampaikan bahwa tuntutan pekerjaan modern seringkali berbenturan dengan kewajiban ngayah dan upacara adat. Kondisi ini membuat sebagian masyarakat mengalami kebingungan dalam menentukan prioritas.

“Tidak semua kewajiban dapat dijalankan secara bersamaan dalam satu waktu,” ungkap Tibah. Ia menegaskan, diperlukan kebijaksanaan dalam memilih serta kesiapan untuk berkorban demi menjaga keseimbangan hidup.

Selain itu, penting bagi masyarakat untuk membangun komunikasi yang baik dengan pihak tempat bekerja. Dengan adanya izin dan pengertian dari lingkungan kerja, kewajiban adat tetap dapat dijalankan tanpa mengabaikan tanggung jawab profesional.

Dalam diskusi juga muncul gagasan solusi melalui peran desa adat dan banjar. Salah satunya adalah pembentukan kelompok serati atau tenaga khusus yang menangani pembuatan banten secara kolektif.

Melalui sistem tersebut, masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu tetap dapat berpartisipasi dalam kegiatan adat. Di sisi lain, hal ini juga membuka peluang ekonomi bagi warga yang memiliki keahlian dalam membuat sarana upacara.

Tibah dan Kejoer juga menyoroti pentingnya menjaga kelestarian adat dan budaya Bali di tengah perkembangan zaman. Jangan sampai kesibukan kerja membuat masyarakat meninggalkan tradisi yang menjadi identitas budaya.

Namun demikian, kegiatan adat juga diharapkan dapat menyesuaikan dengan kondisi masyarakat modern. Fleksibilitas dalam pelaksanaan diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dan kewajiban budaya.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

Di akhir perbincangan, masyarakat diajak untuk saling memahami dan mencari jalan tengah. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan kehidupan adat dan pekerjaan dapat berjalan harmonis tanpa saling mengorbankan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....