Kematian Hanya Pergantian Babak Kehidupan, Ini Makna yang Jarang Dipahami

  • 08 Jun 2026 14:36 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Penyuluh Agama Hindu Kementrian Agama Kota Denpasar, Ida Ayu Made Purnama Ningsih, dalam siaran Surya Puja di Pro 4 RRI Denpasar mengajak masyarakat memandang kematian dari perspektif spiritual Hindu sebagai bagian dari perjalanan jiwa yang abadi, Senin, 8 Juni 2026. Menurutnya, kematian bukanlah akhir dari kehidupan, melainkan proses alamiah ketika roh meninggalkan badan jasmani untuk melanjutkan perjalanan sesuai hukum karma.

Dalam pemaparannya, Purnama menjelaskan bahwa yang selama ini dipahami sebagai kematian sesungguhnya hanya terjadi pada tubuh fisik. Ia menegaskan, secara filosofis sebenarnya tidak ada yang mati, karena jiwa bersifat kekal dan terus hidup."

Ia menerangkan bahwa ajaran Hindu memandang roh atau atman sebagai unsur yang tidak dapat binasa oleh perubahan waktu. "Pada saat kematian, jiwa tidak ikut hancur bersama badan, melainkan berpindah ke kehidupan berikutnya sesuai karmanya," ujarnya.

Untuk memudahkan pemahaman masyarakat, Purnama mengibaratkan kematian seperti seseorang yang mengganti pakaian lama dengan pakaian baru. Perumpamaan tersebut sejalan dengan ajaran Bhagawad Gita yang menggambarkan perpindahan roh sebagai proses yang wajar dan tidak perlu ditakuti secara berlebihan.

Lebih lanjut, Penyuluh Agama Hindu Kota Denpasar tersebut menjelaskan bahwa rasa takut terhadap kematian muncul karena manusia terlalu melekat pada badan jasmani yang bersifat sementara. "Identitas sejati manusia adalah sang roh, bukan badan yang suatu saat akan mengalami pelapukan," katanya.

Menurutnya, kematian merupakan bagian dari siklus kehidupan sebagaimana pergantian musim atau terbit dan tenggelamnya matahari. Ia menilai pemahaman yang benar mengenai kematian dapat membantu manusia menjalani kehidupan dengan lebih tenang dan penuh kesadaran spiritual.

Dalam penutup dharma wacananya, Purnama mengutip ajaran Bhagawad Gita yang mengingatkan bahwa orang bijaksana tidak meratapi kehidupan maupun kematian secara berlebihan. "Kematian adalah penutup satu babak kehidupan sekaligus pembuka lembaran baru bagi perjalanan jiwa," tutupnya.

Melalui pemahaman tersebut, masyarakat diharapkan mampu melihat kematian bukan sebagai akhir yang menakutkan, melainkan sebagai bagian dari proses perjalanan roh menuju tahapan kehidupan berikutnya sesuai dengan ajaran Weda.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....