Tradisi Mula Keto Berkaitan dengan Kepercayaan Mitologis
- 27 Mar 2026 08:30 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Penyuluh Kementerian Agama Kota Denpasar, Alit Aryawati, dalam program Surya Puja di Pro 4 RRI Denpasar edisi Selasa, 24 Maret 2026, menegaskan pentingnya menjaga kearifan lokal dalam tradisi Bali, khususnya tradisi Mula Keto. Ia menyampaikan bahwa nilai-nilai kearifan sosial, tradisional, dan spiritual yang terkandung di dalamnya perlu dilestarikan sebagai pedoman hidup masyarakat.
Menurutnya, berbagai ungkapan tradisional seperti eda ngaden awak bisa dan konsep kebersamaan lainnya mencerminkan nilai luhur dalam kehidupan sosial masyarakat Bali. Namun, implementasinya perlu disesuaikan dengan konteks perkembangan zaman, terutama dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan spiritualitas.
Ia menambahkan bahwa pemaknaan yang keliru terhadap nilai tradisi dapat berdampak negatif, seperti menurunnya rasa percaya diri dan munculnya sikap minder. Hal tersebut dapat menghambat kemampuan individu dalam menghadapi persaingan hidup di era modern.
“Tradisi Mula Keto juga berkaitan dengan kepercayaan yang bersifat mitologis, yang tidak selalu dapat dijangkau oleh logika atau pengalaman empiris”, jelas Aryawati. Ia menambahkan, meski demikian, tradisi ini tetap mengandung nilai kearifan yang dapat menjadi solusi dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Dalam praktiknya, masyarakat Bali kerap mengombinasikan pendekatan medis dan nonmedis ketika menghadapi masalah kesehatan. Tradisi ini dinilai tetap relevan karena mampu memberikan ketenangan batin dan alternatif solusi ketika pendekatan rasional belum memberikan hasil.
Aryawati juga mengingatkan pentingnya menumbuhkan sikap kritis, terutama bagi generasi muda, agar mampu menyelesaikan masalah secara logis dan komprehensif. Namun, di sisi lain, tradisi tetap harus dijaga sebagai bagian dari warisan budaya yang memiliki nilai filosofis tinggi.
Penyuluh Agama Hindu Kota Denpasar tersebut menekankan bahwa ilmu pengetahuan bukan satu-satunya sumber kebenaran, sehingga diperlukan keseimbangan antara ilmu dan nilai-nilai spiritual. Dengan demikian, masyarakat diharapkan mampu bersikap bijaksana dalam menyikapi kompleksitas kehidupan modern.
Melalui pelestarian kearifan lokal, masyarakat Bali diharapkan dapat menjaga identitas budaya sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan. Nilai-nilai yang diwariskan leluhur diyakini tetap relevan sepanjang dimaknai secara tepat dan diterapkan secara bijak dalam kehidupan sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....