Makna Penggunaan Daun Dadap dalam Upacara Hindu
- 22 Mar 2026 14:50 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Upacara Yadnya Umat Hindu di Bali, sarana-sarana yang dipakai sejatinya memiliki makna atau arti dalam penggunaannya. Seperti halnya penggunaan daun dadap yang seringkali kita jumpai dalam beberapa Upacara Yadnya.
Dapdap (dadap) adalah lambang keseimbangan Tri Hita Karana dan rwa bhineda seperti halnya dalam perlengkapan tepung tawar yang berfungsi sebagai pembersih secara rohani. Tepung tawar juga dapat diartikan sebagai sarana penawar atau penetralisir dalam meruwat sifat tidak baik menjadi sifat yang baik agar dapat mempermudah mencapai kemakmuran.
Selain penggunaan Dapdap pada tepung tawar,pada sarana-sarana Upacara Yadnya lainnya juga bisa kita temukan pada bahan pembuatan Sanggah Turus Lumbung dengan pohon dapdap yang dipercayai sebagai taru sakti.
Carang dapdap bercabang tiga (canggah tiga) sebagai bahan penyugjug yang biasanya digunakan dalam upacara yadnya.
Nasi bundar meklongkong plekir diatasnya ditancapi daun dapdap dan padang lepas dalam pembuatan banten prayascita untuk mensucikan pikiran.
Ditanam di natah pekarangan, tanaman dapdap wong (Erytherina variegata) yang diyakini dapat melawan maksud-maksud tidak baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....