Rahasia Kesucian Galungan Berawal dari Sugian Pangenten
- 10 Jun 2026 10:19 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar — Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, umat Hindu diajak memaknai Sugian Pangenten sebagai momentum penyucian diri lahir dan batin. Hal tersebut mengemuka dalam siaran Obrolan Galang Kangin di Pro 4 RRI Denpasar, bersama Ajik Tibah dan Beli Kejoer, yang membahas pentingnya persiapan spiritual sebelum memasuki rangkaian hari suci, Rabu, 10 Juni 2026.
Dalam obrolan tersebut, Tibah menekankan bahwa Sugian Pangenten bukan sekadar bagian dari tradisi, melainkan sarana untuk melakukan introspeksi diri. "Sugian Pangenten mengingatkan kita untuk kembali membersihkan pikiran dan mempersiapkan diri menuju kesucian," ujarnya.
Masyarakat diajak menata kembali perilaku, ucapan, dan pikiran agar selaras dengan nilai-nilai dharma. Menurut pembahasan tersebut, kesiapan menyambut Galungan tidak hanya diukur dari persiapan sarana upacara, tetapi juga dari kualitas pengendalian diri dan ketulusan hati.
Selain Kejoer juga menegaskan, bahwa Sugian Pangenten dipandang sebagai kesempatan untuk mempererat hubungan antarsesama melalui semangat kebersamaan dan gotong royong. "Yang terpenting adalah bagaimana kita meningkatkan kesungguhan dan ketulusan dalam menjalankan yadnya," katanya.
Dalam siaran tersebut dijelaskan bahwa setiap tahapan menuju Galungan memiliki makna pendidikan spiritual bagi umat Hindu. "Hari suci ini menjadi saat yang tepat untuk mengingat kembali tujuan hidup dan memperkuat nilai-nilai kebajikan," ungkapnya.
Tibah dan Kejoer juga mengingatkan agar umat tidak hanya berfokus pada aspek seremonial, tetapi memahami esensi spiritual yang terkandung dalam setiap pelaksanaan upacara. Dengan demikian, rangkaian hari suci dapat menjadi sarana peningkatan kualitas diri secara berkelanjutan.
Menutup perbincangan, Tibah mengajak masyarakat menjadikan Sugian Pangenten sebagai langkah awal memperbaiki diri sebelum menyambut kemenangan dharma. "Tujuan akhirnya adalah kebaikan, baik bagi diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan sekitar," pungkasnya.
Melalui pemaknaan yang mendalam terhadap Sugian Pangenten, umat Hindu diharapkan dapat menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan dengan hati yang lebih bersih, damai, dan penuh rasa syukur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....