Megibung, Tradisi Makan Bareng yang Penuh Rasa dan Makna
- 02 Mar 2026 11:44 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar- Setiap daerah memiliki tradisi yang unik. Kabupaten Karangasem merupakan salah satu Kabupaten di Bali yang memiliki tradisi unik makan bersama dalam satu tempat atau dikenal dengan Megibung.
Tradisi Megibung ini dikenalkan oleh Raja Karangasem yaitu I Gusti Agung Anglurah Ketut Karangasem sekitar Tahun 1614 Caka atau 1692 Masehi. Ketika pada saat itu, Karangasem dalam ekspedisinya menaklukkan Raja yang ada di tanah Lombok. Ketika istirahat dari peperangan,raja menganjurkan semua prajuritnya untuk makan bersama dalam posisi melingkar yang belakangan dikenal dengan nama Megibung. Bahkan raja sendiri konon ikut makan bersama dengan prajuritnya.
Mengutip dari website resmi Pemerintah Kabupaten Karangasem, Ciri khas dari tradisi megibung ini adalah mulai dari memasak masakan khas tradisional Bali dengan cara gotong royong, baik itu nasi maupun lauknya. Lauk yang disajikan pada saat megibung berasal dari masakan khas Bali seperti sate, tum, urutan dan ares. Saat megibung makanan akan disajikan dalam dua wadah. Satu wadah untuk tempat nasi yang disebut naren/gibungan dan satu wadah lagi digunakan untuk tempat lauk yang disebut dengan istilah karangan.
| Baca juga: Mengapa Bulan Suro Dianggap Sakral? |
Tradisi megibung ini dilangsungkan saat ada upacara adat dan keagamaan di suatu tempat terutama di daerah Karangasem. Misalnya dalam upacara di daerah Yadnya seperti pernikahan, odalan di Pura, ngaben, upacara tiga bulanan dan hajatan lainnya. Biasanya yang punya hajatan/acara memberikan undangan kepada kerabat serta sanak saudaranya guna menyaksikan prosesi kegiatan upacara keagamaan tersebut.Sehingga prosesi upacara dapat berlangsung seperti yang diharapkan.
Ada beberapa etika yang perlu diperhatikan saat acara megibung.Seperti sebelum makan harus cuci tangan terlebih dahulu, tidak menjatuhkan remah/sisa makanan dari suapan, tidak mengambil makanan disebelah kita, serta jika salah satu sudah merasa puas dan kenyang dilarang meninggalkan temannya,walaupun aturan ini tidak tertulis, tapi masih diikuti peserta makan megibung. Namun manfaat yang tersirat dalam melakukan tradisi megibung, dimana akan terjalin silaturahmi antar warga,mempererat tali silaturahmi,menjaga keharmonisan hubungan antar warga serta melestarikan budaya leluhur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....