Penyuluh Kemenag Badung Tekankan Pentingnya Bimbingan Perkawinan

  • 02 Mar 2026 08:18 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar- Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Badung, Ni Putu Sukma Apti Utami, S.Pd., ketika berbincang dalam program acara Obrolan Komunitas di Pro 4 RRI Denpasar, mengatakan bimbingan perkawinan bagi calon pengantin Hindu, merupakan langkah krusial untuk meminimalisir risiko kegagalan, dalam membina rumah tangga di masa depan. Kegiatan ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan sarana edukasi mendalam bagi pasangan, agar memiliki kesiapan mental dan spiritual yang matang, sebelum memasuki fase Grahasta Asrama.

Putu Sukma menambahkan, persiapan menjadi orang tua dalam tradisi Hindu Bali sangat menekankan kesiapan etis, sebagaimana diuraikan dalam kitab suci dan sastra kuno. Calon pasangan diharapkan mampu menyerap nilai-nilai luhur ,yang tertuang dalam Lontar Pawiwahan, Nitisastra, hingga Sarasamuscaya sebagai pedoman berperilaku dalam kehidupan berkeluarga.

"Banyak masalah rumah tangga lahir bukan karena kurang cinta, tetapi karena kurangnya komunikasi dan ketidaksiapan dalam mengelola konflik antar pasangan," ujar Putu Sukma.

Putu Sukma menjelaskan, dalam ajaran Hindu pernikahan dipandang sebagai sebuah yadnya, atau pengorbanan suci yang penuh tanggung jawab, sehingga tidak bisa dijalani hanya mengandalkan emosi sesaat. Calon pengantin diajak untuk menyamakan visi hidup, dan saling mengenal karakter pasangan lebih dalam, melalui proses bimbingan yang terstruktur agar nilai dharma benar-benar hidup.

Melalui pendampingan ini, calon suami istri diajak untuk belajar menghargai perbedaan latar belakang, yang seringkali menjadi pemicu keretakan, jika tidak dikelola dengan baik. Penekanan pada komitmen jangka panjang, menjadi poin utama agar kebahagiaan yang dibangun bersifat permanen, dan memiliki makna spiritual yang mendalam bagi kedua belah pihak.

Putu Sukma menegaskan bahwa persiapan yang matang, akan melahirkan keluarga yang harmonis dan bermakna sesuai ajaran agama."Cinta itu perlu dipelihara dengan kesadaran penuh, agar kebahagiaan yang dihasilkan benar-benar didasari oleh komitmen, bukan sekadar perasaan yang bisa berubah,tutup Putu Sukma

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....