Festival Konservasi Lontar, 12 Naskah Kuno Berhasil Diidentifikasi

  • 17 Feb 2026 11:18 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Dinas Kebudayaan Provinsi Bali mengidentifikasi 12 cakep lontar dalam Utsawa (Festival) Konservasi Lontar rangkaian Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026 di Desa Suwug, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Sabtu 14 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pelestarian naskah kuno milik masyarakat Bali.

Festival tersebut digelar di Rumah Kadek Wijadana dengan melibatkan Penyuluh Bahasa Bali. Dalam kegiatan itu, tim berhasil mengonservasi sekaligus mengidentifikasi 12 cakep lontar koleksi pribadi keluarga setempat.

Koordinator Penata Layanan Operasional (Penyuluh Bahasa Bali) Kabupaten Buleleng, Putu Pertamayasa, menyatakan seluruh lontar yang ditemukan tergolong jenis umum. Ia memastikan tidak ada naskah yang masuk kategori langka maupun spesifik.

“Adapun lontar yang berhasil diidentifikasi antara lain Aji Sumedang, Dharma Usadha, Gaguritan Gagar Mayang, dan Kanda Pat Rare. Selain itu, ditemukan pula Krakah Modre, Panerang Pangujanan, Pawacakan, Pawistren, Piwelas, Pralingga Bhatara Ring Sarira, Ramayana Maarti, serta Jaran Guyang,”jelasnya.

Meski tergolong umum, lontar Jaran Guyang disebut kerap memunculkan rasa penasaran di kalangan masyarakat. Naskah tersebut dinilai memiliki daya tarik tersendiri karena isi dan nilai simboliknya.

Kedua belas lontar itu merupakan warisan dari kakek Kadek Wijadana yang berpesan agar koleksi tersebut tetap dijaga. Berdasarkan hasil pemeriksaan, sebagian lontar masih dalam kondisi utuh, meskipun beberapa lembar telah hilang karena faktor usia.

“Selama ini, perawatan dilakukan secara terbatas dan biasanya lontar hanya diturunkan saat Hari Saraswati untuk diupacarai. Ke depan, Penyuluh Bahasa Bali berencana melakukan alih aksara guna memperkuat upaya konservasi dan pelestarian warisan sastra Bali,” terangnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....