Pembiasaan sejak Dini Jadi Cara Melestarikan Bahasa Bali
- 13 Feb 2026 15:35 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Pendidikan bahasa Bali dalam lingkungan keluarga dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan penutur bahasa daerah di tengah perkembangan zaman. Hal tersebut mengemuka dalam Diskusi Sastra dan Bahasa Bali pada 11 Februari 2026, yang menghadirkan I Made Sujaya dari Universitas PGRI Mahadewa Indonesia dan penulis Karangasem, I Komang Berata.
I Komang Berata menegaskan, keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk kebiasaan berbahasa anak. Ia mengaku secara konsisten menggunakan bahasa Bali di rumah kepada anaknya.
“Kalau saya sendiri kepada kedua anak saya, saya tidak pernah mengajarkan bahasa selain bahasa Bali di rumah. Saya yakin bahasa Indonesia, bahasa Inggris dan sebagainya itu akan didapatkan di sekolah, diberikan oleh guru-gurunya, juga oleh masyarakat. Dengan era digital sekarang ini, anak-anak itu tidak akan sulit belajar bahasa Indonesia, bahasa Inggris atau bahasa apa pun yang disukai.” Ujarnya.
Menurut I Komang Berata, pembiasaan menjadi kunci dalam penguasaan bahasa daerah. Ia mengutip peribahasa, “alah bisa karena biasa”, yang menekankan pentingnya praktik berulang dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, I Made Sujaya menambahkan bahwa upaya pelestarian bahasa Bali perlu dilakukan secara bertahap dan menyesuaikan dengan perkembangan generasi muda. Ia menilai pendekatan dalam pendidikan bahasa harus mempertimbangkan tahapan pembelajaran yang sudah dikenal dalam tradisi Bali, mulai dari tingkat dasar hingga yang lebih mendalam.
“Kita perlu mendengar suara anak-anak muda dan memberikan pembelajaran secara bertahap, dari yang sederhana hingga ke tingkat yang lebih filosofis. Itu kalau di Bali sudah ada tahapan-tahapan belajar itu. Jadi tahapan-tahapan awal, Madya, Utama itu sudah ada. Tinggal itu diikuti sebetulnya.” jelasnya.
Keduanya sepakat bahwa pendidikan bahasa Bali tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitar. Melalui pembiasaan sejak dini, diharapkan generasi muda tetap memiliki keterikatan terhadap bahasa dan identitas budayanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....