Tumbler Jadi Tren Baru Generasi Peduli Lingkungan

  • 01 Sep 2026 14:39 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Tumbler kini bukan lagi sekadar wadah untuk membawa air minum. Di tangan anak muda Indonesia, botol minum guna ulang telah berubah menjadi bagian dari gaya hidup, aksesori sehari-hari, sekaligus simbol kepedulian terhadap lingkungan.

Coba perhatikan aktivitas anak muda di kampus, perkantoran, pusat kebugaran hingga kedai kopi. Tumbler dengan berbagai bentuk, ukuran, dan desain kerap terlihat menemani laptop, tas, maupun buku. Kehadirannya bahkan semakin lekat dengan gaya hidup modern yang mengutamakan kepraktisan dan estetika.

Popularitas tumbler memang tidak terlepas dari tren media sosial. Berbagai merek berlomba menghadirkan desain menarik, edisi terbatas, hingga kolaborasi dengan figur publik dan jenama populer. Tak sedikit orang yang membeli tumbler karena tertarik dengan tampilannya atau tidak ingin ketinggalan tren.

Namun, kebiasaan membawa tumbler memiliki sisi lain yang lebih penting. Di tengah persoalan sampah plastik yang masih dihadapi Indonesia, penggunaan wadah minum yang dapat dipakai berulang kali menjadi salah satu kebiasaan sederhana untuk mengurangi konsumsi produk sekali pakai.

Persoalan sampah plastik bukan perkara kecil. Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan bahwa plastik masih menjadi salah satu komponen penting dalam timbulan sampah di Indonesia.

Kondisi tersebut membuat perubahan kebiasaan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi sampah dari sumbernya. Salah satu langkah yang relatif mudah dilakukan adalah mengganti penggunaan botol minum sekali pakai dengan wadah yang dapat digunakan berkali-kali.

Fenomena ini juga berkaitan dengan perubahan perilaku masyarakat perkotaan. Kajian yang diterbitkan dalam Jurnal Equilibrium menyoroti penggunaan tumbler sebagai bagian dari perubahan budaya konsumsi di masyarakat urban. Penggunaan wadah minum guna ulang tidak hanya dilihat dari aspek praktis, tetapi juga berkaitan dengan tumbuhnya kesadaran sosial dan lingkungan.

Artinya, ketika seseorang memilih membawa tumbler, keputusan tersebut tidak selalu sekadar mengikuti tren. Dalam praktiknya, kebiasaan itu dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Menariknya, gaya hidup ramah lingkungan juga dapat berjalan beriringan dengan kebiasaan menghemat pengeluaran.

Sejumlah kedai kopi dan gerai minuman kini menawarkan berbagai insentif bagi konsumen yang membawa tumbler sendiri. Program tersebut dapat berupa potongan harga, promo khusus, maupun program Tumbler Day.

Bagi konsumen, kebijakan tersebut memberikan keuntungan langsung. Membawa tumbler bukan hanya membantu mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai, tetapi juga dapat membuat harga minuman menjadi lebih terjangkau.

Kajian dalam Jurnal PkM Universitas Indraprasta PGRI turut membahas pembentukan perilaku konsumen hijau melalui kebiasaan menggunakan wadah minum yang dapat digunakan kembali. Pembiasaan tersebut menjadi salah satu cara untuk mendorong generasi muda agar lebih mempertimbangkan dampak lingkungan dalam aktivitas konsumsi sehari-hari.

Meski membawa tumbler semakin populer, dampak positifnya terhadap lingkungan tetap bergantung pada konsistensi penggunaan. Membeli tumbler baru karena desainnya menarik, tetapi kemudian jarang digunakan, tentu berbeda dengan membawa satu tumbler secara rutin selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Karena itu, tantangan berikutnya bukan sekadar membuat anak muda tertarik memiliki tumbler, melainkan menjadikan penggunaannya sebagai kebiasaan.

Membawa tumbler dari rumah, mengisinya kembali ketika kosong, dan menggunakannya saat membeli minuman merupakan tindakan sederhana yang dapat dilakukan setiap hari. Jika kebiasaan tersebut dilakukan secara luas, penggunaan botol plastik sekali pakai dapat ditekan. Perubahan kecil dari kebiasaan individu pun berpotensi berkembang menjadi perubahan perilaku secara kolektif.

Pada akhirnya, tren membawa tumbler bisa menjadi lebih dari sekadar FOMO atau aksesori gaya hidup. Ketika digunakan secara konsisten, sebuah botol minum dapat menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan juga bisa dimulai dari keputusan sederhana yang dibuat setiap hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....