Memelihara Kucing Bantu Menjaga Kesehatan Mental
- 05 Agt 2026 09:59 WIB
- Denpasar
RRI.CO.id, Denpasar - Memelihara kucing tidak hanya memberikan hiburan bagi pencinta hewan, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi kesehatan mental. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara manusia dan kucing berpotensi membantu mengurangi stres, menurunkan rasa kesepian, hingga meningkatkan kesejahteraan emosional apabila disertai dengan tanggung jawab dalam merawat hewan peliharaan.
Hubungan manusia dengan kucing telah berlangsung selama ribuan tahun. Awalnya, kucing dipelihara untuk membantu mengendalikan populasi tikus di kawasan permukiman dan lumbung penyimpanan hasil panen. Kini, perannya telah berkembang menjadi hewan peliharaan yang mampu memberikan dukungan emosional bagi banyak orang.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), memiliki hewan peliharaan dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan, termasuk mendorong aktivitas fisik, mengurangi perasaan kesepian, serta membantu mengelola stres dan kecemasan. Meski demikian, manfaat tersebut juga harus diimbangi dengan perawatan hewan yang baik untuk menjaga kesehatan pemilik maupun hewan peliharaan.
Salah satu hal yang menarik perhatian peneliti adalah suara dengkuran atau purring kucing. Berdasarkan publikasi dalam Journal of the Acoustical Society of America, frekuensi dengkuran kucing berkisar antara 25 hingga 150 hertz, rentang frekuensi yang diduga memiliki efek menenangkan dan berkaitan dengan proses penyembuhan jaringan pada kucing. Walaupun manfaat langsung bagi manusia masih terus diteliti, banyak pemilik kucing melaporkan bahwa suara dengkuran tersebut membantu mereka merasa lebih rileks.
Selain itu, penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal BMC Public Health menunjukkan bahwa kepemilikan hewan peliharaan dapat memberikan dukungan sosial dan emosional yang membantu mengurangi rasa kesepian, terutama pada individu yang tinggal sendiri atau mengalami keterbatasan interaksi sosial.
Interaksi dengan kucing juga dapat memengaruhi respons biologis tubuh. Menurut National Institutes of Health (NIH), berinteraksi dengan hewan peliharaan dapat membantu menurunkan kadar hormon kortisol yang berkaitan dengan stres sekaligus meningkatkan produksi hormon oksitosin, hormon yang berperan dalam membangun rasa nyaman, kedekatan emosional, dan ikatan sosial.
Manfaat lain yang juga banyak diteliti adalah kaitannya dengan kesehatan jantung. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Vascular and Interventional Neurology menemukan bahwa pemilik kucing memiliki risiko lebih rendah mengalami kematian akibat penyakit kardiovaskular dibandingkan mereka yang tidak memelihara kucing. Para peneliti menduga efek tersebut berkaitan dengan penurunan tingkat stres dan tekanan darah, meskipun faktor gaya hidup secara keseluruhan tetap berperan penting.
Bagi anak-anak, kehadiran hewan peliharaan juga dinilai dapat memberikan manfaat perkembangan emosional. American Academy of Pediatrics (AAP) menyebutkan bahwa interaksi dengan hewan peliharaan dapat membantu anak belajar mengenai empati, tanggung jawab, serta membangun kemampuan sosial melalui aktivitas merawat hewan.
Pada anak dengan gangguan spektrum autisme, beberapa penelitian menunjukkan bahwa kehadiran hewan peliharaan dapat membantu meningkatkan interaksi sosial dan rasa percaya diri. Studi dari University of Missouri College of Veterinary Medicine melaporkan bahwa anak autisme yang hidup bersama hewan peliharaan cenderung lebih mudah berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya dibandingkan yang tidak memiliki hewan peliharaan.
Tidak hanya memelihara secara langsung, aktivitas sederhana seperti menonton video kucing juga diketahui dapat memberikan efek positif terhadap suasana hati. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Computers in Human Behavior menemukan bahwa menonton video kucing di internet mampu meningkatkan emosi positif dan menurunkan perasaan negatif pada sebagian besar responden.
Meski menawarkan berbagai manfaat, para ahli mengingatkan bahwa memelihara kucing bukanlah terapi utama untuk mengatasi gangguan kesehatan mental. Individu yang mengalami stres berat, depresi, atau gangguan kecemasan tetap dianjurkan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional agar memperoleh penanganan yang sesuai.
Dengan perawatan yang bertanggung jawab dan hubungan yang baik antara manusia dan hewan, kucing dapat menjadi teman yang memberikan kenyamanan emosional sekaligus mendukung kualitas hidup pemiliknya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....