Hari Palang Merah Indonesia Diperingati Setiap 3 September

  • 02 Sep 2026 07:10 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Hari Palang Merah Indonesia diperingati setiap 3 September. Pada 2026, peringatan tersebut jatuh pada Kamis, 3 September, menjadi momentum untuk mengenang sejarah terbentuknya organisasi kepalangmerahan nasional sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap aksi kemanusiaan.

Tanggal 3 September memiliki arti penting dalam sejarah Palang Merah Indonesia (PMI). Pada 3 September 1945, Presiden Soekarno memerintahkan Menteri Kesehatan Kabinet I, dr. Boentaran Martoatmodjo, untuk membentuk badan Palang Merah Nasional.

Perintah tersebut dikeluarkan tidak lama setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan. Langkah itu menjadi salah satu upaya pemerintah dalam membangun pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat Indonesia yang saat itu masih menghadapi berbagai persoalan pascakemerdekaan.

Menindaklanjuti instruksi tersebut, dr. Boentaran membentuk Panitia Lima pada 5 September 1945. Panitia yang diketuai dr. R. Mochtar tersebut bertugas mempersiapkan pembentukan organisasi kepalangmerahan nasional.

Upaya tersebut kemudian menghasilkan berdirinya Pengurus Besar Palang Merah Indonesia pada 17 September 1945. Mohammad Hatta ditetapkan sebagai Ketua Umum pertama PMI.

Dua tanggal tersebut memiliki kaitan erat dengan sejarah PMI. Tanggal 3 September 1945 menjadi tonggak perintah pembentukan badan Palang Merah Nasional, sedangkan 17 September 1945 menandai berdirinya PMI secara resmi.

Dalam perkembangannya, PMI memiliki peran penting dalam berbagai kegiatan kemanusiaan. Salah satu peran yang paling dikenal masyarakat adalah pelayanan donor darah dan penyediaan darah bagi pasien yang membutuhkan.

Selain itu, PMI turut terlibat dalam penanggulangan bencana, pelayanan pertolongan pertama, penyediaan bantuan kemanusiaan, edukasi kesehatan, hingga kegiatan pembinaan relawan melalui Palang Merah Remaja (PMR) dan Korps Sukarela (KSR).

Peringatan Hari Palang Merah Indonesia juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya solidaritas dan kepedulian sosial. Masyarakat dapat berkontribusi melalui berbagai kegiatan, seperti donor darah, kegiatan sosial, edukasi pertolongan pertama, maupun menjadi relawan.

Momentum 3 September tidak hanya menjadi pengingat terhadap sejarah berdirinya gerakan kepalangmerahan di Indonesia. Peringatan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat semangat kemanusiaan dan gotong royong di tengah masyarakat.

Melalui aksi sederhana yang dilakukan secara sukarela, masyarakat dapat ikut membantu mereka yang membutuhkan sekaligus menjaga nilai kemanusiaan yang menjadi dasar gerakan Palang Merah Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....