Pengalaman Sejumlah Negara Jadi Referensi Penerapan Kemasan Rokok di Indonesia
- 23 Jul 2026 15:21 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Keberhasilan sejumlah negara menerapkan kebijakan kemasan rokok menjadi salah satu referensi dalam upaya pengendalian konsumsi tembakau di Indonesia. Selain mengurangi daya tarik produk, kebijakan ini dinilai mampu memperkuat pesan kesehatan yang tercantum pada kemasan rokok.
Dalam kesempatan dialog Afternoon Tea di Pro 2 RRI Denpasar, Dwi mewakili DK KMPT HMKM Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (FK Unud) menjelaskan Australia menjadi negara pertama yang menerapkan plain packaging pada 2012. Kebijakan itu kemudian diikuti oleh Inggris, Prancis, Kanada, serta sejumlah negara lainnya.
“Berbagai hasil evaluasi menunjukkan bahwa plain packaging dapat mengurangi daya tarik kemasan rokok, meningkatkan efektivitas peringatan kesehatan bergambar, serta membantu menurunkan keinginan masyarakat, terutama remaja, untuk mulai merokok. Atas dasar itu, WHO juga merekomendasikan kebijakan ini sebagai salah satu strategi pengendalian tembakau yang dapat diterapkan oleh berbagai negara,” ujar Dwi.
Dwi juga menilai masa transisi selama 12 bulan yang disiapkan pemerintah merupakan langkah yang cukup ideal. Menurutnya, waktu tersebut diperlukan agar proses penyesuaian dapat berjalan dengan baik, mengingat besarnya industri rokok dan luasnya distribusi produk tembakau di Indonesia.
“Dengan adanya masa transisi, seluruh pihak memiliki kesempatan untuk menyesuaikan diri sehingga penerapan kebijakan dapat berlangsung lebih tertib. Jika diberlakukan terlalu cepat, implementasinya dikhawatirkan belum berjalan optimal. Sebaliknya, apabila masa transisi terlalu lama, manfaat kebijakan bagi kesehatan masyarakat juga akan lebih lambat dirasakan,” jelas Dwi.
Ia berharap masa penyesuaian tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal sehingga penerapan standardisasi kemasan rokok dapat berjalan efektif dan mendukung upaya pemerintah dalam menekan angka perokok pemula di Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....