Kenapa Buku Fisik Kembali Digemari di tengah Zaman Serba Digital?
- 22 Jun 2026 14:00 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Di tengah zaman yang serba digital, keberadaan buku fisik sempat diprediksi akan tergeser oleh e-book dan berbagai platform bacaan digital. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, minat masyarakat terhadap buku cetak justru meningkat.
Fenomena kembalinya buku fisik dapat terlihat dari ramainya antusias masyarakat terhadap pameran buku dan maraknya komunitas membaca. Selain itu, kini banyak konten creator yang menampilkan koleksi buku fisik di media sosial. Menurut Pew Research Center, buku cetak tidak hanya dipandang sebagai sumber informasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup.
Salah satu alasan utama buku fisik kembali diminati adalah pengalaman membaca yang berbeda dibandingkan perangkat digital. Banyak pembaca merasa lebih mudah berkonsentrasi saat membaca buku cetak karena tidak terganggu notifikasi dan iklan.
Membaca buku fisik juga dinilai memberikan pengalaman yang lebih mendalam. Pembaca dapat merasakan tekstur dan bau kertas, membalik halaman secara langsung, serta memiliki hubungan yang lebih personal dengan isi buku.
Menurut Scientific American, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa membaca buku fisik dapat membantu pemahaman dan retensi informasi lebih baik. Ketika membaca buku cetak, pembaca cenderung lebih mudah mengingat posisi informasi dalam halaman dan memahami struktur bacaan. Faktor ini membuat buku fisik masih masih digemar pelajar, mahasiswa, maupun pembaca yang ingin memahami materi lebih mendalam.
Selain faktor kenyamanan, muncul pula fenomena digital fatigue atau kelelahan digital. Banyak orang menghabiskan sebagian besar waktunya di depan layar komputer, ponsel, atau tablet untuk bekerja, belajar, dan berkomunikasi. Akibatnya, membaca buku fisik menjadi cara untuk beristirahat sejenak dari paparan layar sekaligus memberikan pengalaman yang lebih menenangkan.
Media sosial juga turut berperan dalam kebangkitan popularitas buku fisik. Buku fisik memiliki nilai visual yang tidak dimiliki versi digital sehingga lebih mudah dipamerkan di sosial media.
Bagi sebagian orang, buku fisik juga memiliki nilai emosional dan sentimental. Coretan catatan di pinggir halaman, tanda buku, hingga kenangan saat membeli buku tertentu membuat setiap buku memiliki cerita tersendiri.
Selain itu, tren mengoleksi buku semakin berkembang di kalangan anak muda. Rak buku yang tertata rapi kini menjadi bagian dari dekorasi ruangan sekaligus representasi minat dan identitas pemiliknya.
Meski teknologi digital menawarkan kemudahan akses dan kepraktisan, buku fisik tetap memiliki tempat istimewa di hati banyak orang. Kehadirannya menawarkan pengalaman membaca yang lebih fokus, nyaman, dan bermakna secara emosional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....