Waktu Berkualitas Lebih Penting daripada Liburan Mewah bagi Anak
- 06 Jul 2026 08:27 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Masa libur sekolah sering dimaknai sebagai kesempatan mengajak anak berwisata atau menikmati berbagai hiburan. Namun, di balik euforia tersebut, para pemerhati anak mengingatkan bahwa yang paling dibutuhkan anak bukanlah liburan yang mahal, melainkan kehadiran dan perhatian orang tua. Waktu berkualitas yang diisi dengan kebersamaan dinilai memiliki pengaruh besar terhadap tumbuh kembang dan kesehatan mental anak.
Dalam acara Rahajeng Bali pada Jumat, 3 Juli 2026, Komisioner KPAD Provinsi Bali, Lilik Ismurtono Santoso, S.Sn., S.Pd., mengatakan orang tua tidak perlu merasa harus selalu mengajak anak berlibur ke tempat-tempat mewah. "Yang dibutuhkan anak sesungguhnya adalah kehadiran orang tua. Luangkan waktu untuk berbincang, bermain, atau melakukan aktivitas sederhana bersama. Hal-hal kecil seperti itulah yang justru membangun kedekatan emosional dalam keluarga," ujarnya.
Menurutnya, momen kebersamaan di rumah dapat dimanfaatkan untuk mengenal perasaan, minat, dan kebutuhan anak. Ketika anak merasa didengar dan dihargai, mereka akan lebih mudah menyampaikan persoalan yang sedang dihadapi. Sebaliknya, hubungan yang renggang dapat membuat anak mencari pelampiasan di luar rumah, termasuk melalui penggunaan gawai secara berlebihan.
Senada dengan itu, Psikolog Puspaga Dharma Negara Kota Denpasar, A. A. Galah Gumilang, S.Psi., Psikolog,, menilai kualitas interaksi jauh lebih penting daripada kemewahan aktivitas yang dilakukan bersama anak. Orang tua dapat membangun kedekatan melalui kebiasaan sederhana seperti makan bersama, membaca buku, berjalan santai, atau mengobrol sebelum tidur. Aktivitas tersebut mampu memperkuat rasa aman dan kepercayaan anak terhadap keluarganya.
Galah Gemilang menjelaskan, setiap tahap usia anak hanya terjadi sekali sehingga orang tua perlu memanfaatkan setiap kesempatan untuk hadir dalam kehidupan mereka. Momen-momen sederhana yang dilakukan secara konsisten akan menjadi kenangan berharga sekaligus membentuk ikatan emosional yang kuat hingga anak beranjak dewasa.
Di tengah gaya hidup modern yang serba cepat, banyak keluarga terjebak pada anggapan bahwa kasih sayang harus diwujudkan melalui pemberian materi atau liburan mewah. Padahal, anak lebih membutuhkan perhatian, waktu, dan komunikasi yang tulus daripada sekadar fasilitas. Kebersamaan yang berkualitas menjadi investasi jangka panjang untuk membentuk pribadi anak yang sehat secara emosional, percaya diri, dan mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kebahagiaan anak tidak selalu diukur dari seberapa jauh mereka berlibur atau seberapa mahal hadiah yang diterima. Terkadang, satu jam mengobrol tanpa gangguan gawai, bermain bersama, atau mendengarkan cerita anak dengan penuh perhatian justru menjadi hadiah terbaik yang akan mereka kenang sepanjang hidup.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....