ketika Anak Lebih Dekat dengan Layar daripada Orang Tuanya

  • 08 Mei 2026 21:49 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Suara notifikasi kini menjadi hal yang akrab di telinga anak-anak. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, gadget perlahan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun di balik kemudahan yang ditawarkan, muncul kekhawatiran baru ketika anak mulai lebih dekat dengan layar dibandingkan dengan orang tuanya sendiri.

Dalam acara Rahina Ayu pada Kamis, 7 Mei 2026, Prof. Dr. dr. Luh Ketut Suryani, SpKJ (K ) menilai kecanduan gadget pada anak tidak bisa sepenuhnya disalahkan kepada teknologi. Menurutnya, anak-anak sebenarnya membutuhkan perhatian dan kedekatan emosional dari keluarga. “Jangan salahkan anak, jangan salahkan alatnya. Anak itu ingin diajak ngobrol, dipeluk, diajak bercanda, dan diberi perhatian,” ujarnya.

Ia mengatakan, kesibukan orang tua sering membuat gadget menjadi “pengganti pengasuh” di rumah. Anak diberi ponsel agar tenang, sementara interaksi dalam keluarga perlahan berkurang. Padahal, kedekatan sederhana seperti berbicara dan meluangkan waktu bersama sangat penting bagi perkembangan emosi anak.

Fenomena ini semakin terlihat setelah pandemi COVID-19. Aktivitas belajar yang dilakukan secara daring membuat anak terbiasa menghabiskan waktu di depan layar. Lambat laun, penggunaan gadget tidak lagi sekadar untuk belajar, tetapi juga menjadi hiburan utama sehari-hari.

Prof. Dr. dr. Cokorda Bagus Jaya Lesmana, SpKJ (K), Mars, menyebut penggunaan gadget yang berlebihan dapat memengaruhi perilaku, emosi, hingga cara berpikir anak. Menurutnya, anak-anak saat ini tumbuh dalam arus informasi yang sangat cepat. “Anak sekarang membandingkan dirinya bukan hanya dengan lingkungan rumah atau sekolah, tetapi dengan dunia yang ada di layar gadgetnya,” jelasnya.

Sementara itu, dr. Made Peri Ardiana K. menjelaskan bahwa banyak aplikasi digital memang dirancang agar pengguna terus bertahan di depan layar. Video pendek, notifikasi, hingga media sosial membuat anak sulit melepaskan diri dari gadget.

Di tengah kondisi tersebut, para orang tua dituntut tidak hanya melarang penggunaan gadget, tetapi juga menghadirkan alternatif interaksi yang lebih hangat di rumah. Sebab, teknologi mungkin mampu mendekatkan manusia dengan dunia, tetapi perhatian orang tua tetap menjadi hal paling penting bagi tumbuh kembang seorang anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....