Dongeng Sebelum Tidur Bantu Tumbuh Kembang Anak
- 07 Mei 2026 11:17 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Kebiasaan orang tua membacakan dongeng sebelum tidur kembali mendapat sorotan sebagai salah satu aktivitas sederhana yang memiliki dampak besar bagi perkembangan anak. Di tengah perubahan pola asuh modern yang semakin sibuk, para ahli perkembangan anak menilai rutinitas ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana pendidikan dan penguatan hubungan emosional dalam keluarga.
Sejumlah penelitian dalam bidang perkembangan anak menunjukkan bahwa aktivitas membaca nyaring atau membacakan cerita secara rutin dapat mendukung kemampuan bahasa, regulasi emosi, hingga kualitas tidur anak. Salah satu kajian yang dipublikasikan dalam Journal of Developmental & Behavioral Pediatrics menyebutkan bahwa anak usia dini yang rutin dibacakan buku oleh orang tua cenderung memiliki paparan kosakata yang jauh lebih kaya dibandingkan anak yang tidak mendapatkan kebiasaan tersebut.
Temuan ini sejalan dengan rekomendasi American Academy of Pediatrics (AAP) yang mendorong orang tua untuk melakukan kegiatan membaca bersama anak sejak usia dini sebagai bagian dari stimulasi perkembangan literasi dan ikatan keluarga.
Menurut para ahli, cerita dengan alur sederhana dan suara orang tua yang lembut dapat membantu menurunkan rangsangan berlebih pada anak setelah beraktivitas seharian. Kondisi ini membuat anak lebih rileks sehingga lebih mudah tertidur. Rutinitas yang konsisten juga membantu anak mengenali waktu istirahat sebagai bagian dari pola harian.
Selain manfaat fisiologis, dongeng sebelum tidur juga berperan penting dalam membangun kedekatan emosional. Psikolog perkembangan anak menilai momen ini sebagai ruang interaksi yang hangat, di mana anak merasa diperhatikan dan aman.
Interaksi yang terjadi saat orang tua membacakan cerita, termasuk respons sederhana dari anak, menjadi fondasi penting dalam membangun rasa percaya diri dan keamanan emosional.
Paparan kata dan struktur kalimat dalam dongeng juga membantu anak mengembangkan kemampuan berbahasa. Studi yang sering dirujuk dalam literatur perkembangan anak, termasuk temuan Hart dan Risley dalam kajian language exposure, menunjukkan bahwa anak yang lebih sering terpapar bahasa lisan dari orang tua memiliki keunggulan dalam perbendaharaan kata saat memasuki usia sekolah.
Dengan cara ini, dongeng tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga bagian dari stimulasi literasi awal yang penting.
Cerita rakyat dan dongeng klasik seperti kisah kepahlawanan atau cerita hewan sering kali mengandung pesan moral seperti kejujuran, tanggung jawab, dan empati. Penyampaian nilai-nilai ini melalui cerita dinilai lebih mudah dipahami anak dibandingkan dengan nasihat langsung.
Melalui tokoh dan alur cerita, anak dapat belajar memahami konsekuensi dari setiap tindakan secara sederhana namun bermakna.
Dongeng juga berperan dalam merangsang daya imajinasi anak. Proses membayangkan tokoh, latar, dan peristiwa dalam cerita membantu otak anak mengembangkan kemampuan berpikir kreatif. Aktivitas ini dinilai penting dalam mendukung kemampuan problem solving di masa depan.
Dalam banyak cerita anak, tokoh menghadapi berbagai situasi emosional seperti sedih, marah, atau takut. Paparan ini membantu anak mengenali emosi tersebut dan belajar cara menghadapinya.
Ahli perkembangan anak menilai bahwa diskusi ringan antara orang tua dan anak setelah membaca cerita dapat menjadi cara efektif untuk membantu anak mengekspresikan perasaan dengan lebih sehat.
Berbagai kajian ilmiah menunjukkan bahwa dongeng sebelum tidur bukan sekadar tradisi lama, melainkan praktik pengasuhan yang memiliki dasar kuat dalam perkembangan psikologis dan kognitif anak. Dari peningkatan kemampuan bahasa hingga penguatan ikatan emosional, aktivitas sederhana ini dinilai masih sangat relevan di era modern.
Dengan konsistensi, dongeng sebelum tidur dapat menjadi salah satu investasi jangka panjang dalam membentuk karakter, kecerdasan, dan kesejahteraan emosional anak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....