Pupuk Organik Kian Diminati, Ini Jenis dan Cara Membuatnya
- 14 Apr 2026 07:22 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Pupuk organik semakin diminati oleh masyarakat sebagai solusi pertanian ramah lingkungan. Selain mampu meningkatkan kesuburan tanah, pupuk jenis ini juga dinilai lebih aman bagi kesehatan manusia dan ekosistem dibandingkan pupuk kimia.
Pupuk organik merupakan pupuk yang berasal dari bahan alami seperti sisa tanaman, kotoran hewan, dan limbah rumah tangga. Kandungan unsur hara seperti nitrogen, fosfor, dan kalium di dalamnya berperan penting dalam mendukung pertumbuhan tanaman. Selain itu, pupuk organik juga membantu memperbaiki struktur tanah melalui aktivitas mikroorganisme.
Melansir dari laman tetanam, beragam jenis pupuk organik kini digunakan oleh petani maupun masyarakat. Di antaranya adalah kompos yang dibuat dari sisa tanaman yang terurai, pupuk kandang dari kotoran hewan, serta pupuk hijau yang berasal dari tanaman tertentu seperti kacang-kacangan. Ada pula pupuk cair organik hasil fermentasi bahan alami, humus dari pelapukan alami di tanah, vermikompos dari kotoran cacing, pupuk granul berbentuk butiran, hingga biochar yang dihasilkan melalui proses pembakaran tanpa oksigen.
Penggunaan pupuk organik memiliki sejumlah kelebihan. Selain meningkatkan kesuburan tanah, pupuk ini mampu memperbaiki daya serap air, mengurangi pencemaran lingkungan, serta mendukung keanekaragaman hayati. Efeknya yang berkelanjutan juga membuat petani dapat mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
Di sisi lain, masyarakat juga dapat membuat pupuk organik secara mandiri dari limbah rumah tangga. Prosesnya cukup sederhana, dimulai dari pengumpulan sisa sayuran, buah, daun kering, hingga kertas. Bahan-bahan tersebut kemudian disusun berlapis dalam wadah kompos, disiram air secukupnya, dan diaduk secara berkala untuk mempercepat proses dekomposisi.
Dalam waktu sekitar dua hingga tiga bulan, bahan organik tersebut akan berubah menjadi kompos berwarna gelap dengan aroma tanah segar. Kompos yang telah matang kemudian dapat digunakan sebagai pupuk alami untuk berbagai jenis tanaman.
Penyimpanan pupuk organik juga menjadi faktor penting untuk menjaga kualitasnya. Pupuk sebaiknya disimpan dalam kondisi kering, di dalam wadah tertutup, serta ditempatkan di area yang teduh. Pemeriksaan rutin diperlukan untuk memastikan pupuk tetap dalam kondisi baik dan bebas dari hama maupun kelembaban berlebih.
Dengan berbagai manfaat yang ditawarkan, pupuk organik dinilai sebagai langkah strategis dalam mendukung pertanian berkelanjutan sekaligus mengurangi limbah rumah tangga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....