Brokolini Sayuran Hibrida Lebih Manis dan Bergizi Tinggi
- 10 Apr 2026 10:33 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Brokolini kian populer sebagai alternatif sayuran hijau yang lebih lembut dan fleksibel dibandingkan brokoli. Meski tampak serupa, para pakar botani menegaskan bahwa brokolini bukanlah brokoli muda, melainkan hasil persilangan dua jenis tanaman berbeda.
Brokolini merupakan hibrida dari brokoli (Brassica oleracea var. italica) dan kailan atau Chinese kale (Brassica oleracea var. alboglabra). Tanaman ini pertama kali dikembangkan di Jepang melalui program pemuliaan modern, sebelum akhirnya menyebar ke berbagai negara seperti Amerika Serikat, Australia, dan kawasan Eropa.
Secara morfologi, brokolini memiliki batang yang lebih panjang dan ramping dengan kuntum kecil di bagian atas. Berbeda dengan brokoli yang berkepala padat, brokolini memiliki struktur lebih ringan dan hampir seluruh bagiannya, mulai dari batang hingga daun muda, dapat dikonsumsi.
Dari segi rasa, brokolini cenderung lebih manis dan tidak sekuat brokoli. Karakter ini membuatnya semakin digemari dalam berbagai hidangan, terutama masakan cepat seperti tumisan dan panggangan, serta sebagai pelengkap menu Barat seperti steak dan pasta.
Selain unggul dari sisi rasa, brokolini juga memiliki nilai gizi yang tinggi. Sayuran ini rendah kalori namun kaya vitamin dan mineral penting, seperti vitamin C, vitamin K, folat, dan serat.
Mengacu pada data Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), kandungan tersebut berperan dalam mendukung kesehatan tubuh. Vitamin C membantu meningkatkan daya tahan tubuh, serat menjaga kesehatan pencernaan, sementara vitamin K dan kalsium penting untuk kekuatan tulang. Selain itu, kombinasi antioksidan dan kalium berkontribusi terhadap kesehatan jantung.
Dengan profil nutrisi tersebut, brokolini dinilai cocok untuk pola makan sehat, termasuk diet rendah kalori. Di Indonesia, brokolini mulai banyak ditemukan di pasar modern dan restoran, khususnya dalam kategori sayuran premium.
Tren konsumsi makanan sehat dan menu berbasis nabati turut mendorong meningkatnya popularitas sayuran ini, terutama di kalangan masyarakat urban. Pengamat kuliner menilai, rasa brokolini yang lebih ringan membuatnya lebih mudah diterima oleh konsumen yang kurang menyukai brokoli, sekaligus membuka peluang inovasi dalam berbagai hidangan sehat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....