Desa menjadi Benteng Ketahanan Wilayah Bali
- 08 Apr 2026 21:54 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar- Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dinas PMD Dukcapil) Provinsi Bali, Drs. Si Ngurah Made Arya Astawa, M.Si., mengatakan desa dan kelurahan sebagai garda terdepan dalam membangun ketahanan wilayah yang solid, guna meminimalkan dampak kerugian akibat bencana alam. Penguatan peran lembaga di tingkat dasar ini, sangat penting dilakukan karena aparatur desa adalah pihak yang paling memahami kondisi geografis, serta karakteristik sosial masyarakat di wilayahnya masing-masing.
Astawa menekankan bahwa kemandirian desa dalam menangani krisis,merupakan tujuan utama dari setiap program pemberdayaan. "Kita ketahui bahwa desa dan kelurahan ini adalah benteng terakhir, sehingga sangat penting mengoptimalkan sumber daya untuk membangun ketangguhan masyarakat," ujar Astawa ketika berbincang dalam program acara Obrolan Komunitas di Pro 4 RRI Denpasar.
Sinergi antara pemerintah desa dinas dengan desa adat harus berjalan beriringan, dalam menciptakan prosedur tetap penanganan darurat, yang disepakati oleh seluruh warga banjar. Melalui pembagian tanggung jawab yang jelas, setiap unsur dalam masyarakat dapat berperan aktif sesuai dengan kapasitasnya, sehingga proses evakuasi maupun distribusi bantuan dapat berjalan tanpa hambatan.
Astawa pun memberikan apresiasi tinggi terhadap integrasi budaya lokal dalam setiap kebijakan pemerintah daerah. "Kami sangat bersyukur punya budaya gotong royong, terutama bagaimana sekarang pemerintah desa berkolaborasi dengan desa adat untuk meningkatkan kebersamaan," ungkap Astawa.
Kesadaran kolektif yang dibangun melalui kedekatan emosional di tingkat desa adat, terbukti jauh lebih efektif dalam menggerakkan massa saat situasi kritis terjadi di lapangan. Pola komunikasi yang harmonis antarlembaga ini, menjadi kekuatan unik yang dimiliki Bali, dalam menghadapi berbagai potensi ancaman lingkungan, yang semakin hari semakin tidak menentu.
Astawa menegaskan pemerintah Provinsi Bali akan terus memfasilitasi forum-forum dialog antara pihak dinas dan adat, untuk menyamakan persepsi mengenai teknis mitigasi bencana berbasis kearifan lokal. Harapannya, setiap jengkal tanah di Bali memiliki sistem pertahanan yang tangguh, hasil dari kolaborasi harmonis antara struktur pemerintahan modern dan kekuatan adat istiadat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....