Sagu Sehat, Konsumsi Tetap Dibatasi
- 10 Feb 2026 13:23 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Sagu, bahan pangan tradisional yang banyak dikonsumsi di wilayah Indonesia Timur, dinilai memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan. Meski kandungan vitamin dan mineralnya relatif rendah dibandingkan tepung lain, sagu tetap berpotensi mendukung fungsi tubuh jika dikonsumsi secara tepat dan tidak berlebihan.
Sagu merupakan pati murni yang berasal dari batang pohon sagu. Bahan pangan ini bebas gluten dan biji-bijian, sehingga aman dikonsumsi oleh penderita penyakit celiac maupun individu yang menjalani pola makan bebas gluten dan diet Paleo.
Dilansir dari laman Hello Sehat, ahli gizi menyebutkan sagu kaya akan karbohidrat yang berfungsi sebagai sumber energi cepat. Hal ini diperkuat oleh sebuah studi kecil yang melibatkan delapan pesepeda, di mana konsumsi bubur sagu terbukti meningkatkan performa olahraga hingga 4 persen dibandingkan kelompok plasebo.
Selain itu, sagu dikenal mudah dicerna dan kerap direkomendasikan bagi individu dengan gangguan pencernaan. Kandungan seratnya yang rendah justru membantu mempercepat proses pencernaan dan menjaga keseimbangan bakteri usus.
Sagu Bermanfaat Menurunkan Tekanan Darah dan Mendukung Imunitas
Kandungan kalium dalam jumlah kecil berperan sebagai vasodilator atau pelebar pembuluh darah. Mekanisme ini dapat membantu menurunkan tekanan darah dan menjaga kesehatan jantung.
Dirangkum dari berbagai sumber, beberapa penelitian menunjukkan sagu mengandung senyawa polifenol, seperti flavonoid dan tanin, yang bersifat antioksidan. Senyawa ini diyakini berperan dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi peradangan. Namun, para peneliti menegaskan bahwa sebagian besar studi masih dilakukan pada hewan, sehingga diperlukan penelitian lanjutan pada manusia.
Dukung Sirkulasi Darah hingga Fungsi Saraf
Kandungan mineral seperti zat besi, tembaga, dan kalsium dalam sagu, meski jumlahnya terbatas, dinilai dapat membantu pembentukan sel darah merah dan mendukung sirkulasi darah. Aliran darah yang lancar berperan penting dalam proses penyembuhan serta peningkatan energi tubuh.
Tak hanya itu, sagu juga disebut dapat membantu menjaga keseimbangan elektrolit yang penting bagi sistem saraf. Elektrolit berperan dalam pengiriman sinyal dari otak ke otot dan organ tubuh lainnya.
Baik untuk Ibu Hamil, Namun Tetap Perlu Variasi Gizi
Sagu mengandung asam folat dalam kadar sedang yang bermanfaat untuk ibu hamil, khususnya dalam mengurangi risiko cacat tabung saraf pada janin. Kekurangan asam folat diketahui dapat meningkatkan risiko anemia, kelahiran prematur, serta berat badan lahir rendah.
| Baca juga: Pendidikan Karakter Dimulai dari Rumah |
Meski memiliki sejumlah manfaat, para ahli mengingatkan bahwa sagu bukan sumber gizi lengkap. Kandungan protein, vitamin, dan mineralnya jauh lebih rendah dibandingkan tepung gandum utuh atau soba.
Konsumsi sagu secara berlebihan berpotensi menyebabkan lonjakan gula darah karena kandungan karbohidratnya yang tinggi. Oleh sebab itu, sagu disarankan dikombinasikan dengan sumber protein, lemak sehat, dan sayuran agar asupan gizi tetap seimbang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....