Unik Kampung Adat Latifui di Kabupaten Alor

  • 04 Jul 2024 16:55 WIB
  •  Atambua

KBRN, Alor : Kampung adat Matalafang yang lebih dikenal dengan sebutan kampung adat Latifui di Desa Lembur Barat Kecamatan Alor Tengah Utara Kabupaten Alor-NTT menjadi salah satu kampung yang masih menjaga keaslian adat dan budaya Alor. Kampung adat Latifui bukan hanya menjadi tempat tinggal bagi masyarakat lokal, tetapi juga sebuah tujuan wisata budaya yang menarik perhatian para pelancong dari dalam dan luar negeri.

Kampung Adat Latifui dikenal karena rumah-rumah adatnya yang unik dan khas. Arsitektur tradisional Alor yang menggunakan bahan alami seperti kayu dan rerumputan masih terjaga dengan baik di sini. Bangunan-bangunan berbentuk rumah panggung dengan atap rumbia yang megah menciptakan pemandangan yang memukau dan menunjukkan kearifan lokal dalam memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Kepala suku adat Latifui Karel Malbiyeti mengatakan, menjaga dan memelihara kampung adat adalah ketentuan dari leluhur terdahulu yang terus dijalankan hingga saat ini, Karel sendiri telah menjadi kepala suku ke 3 menurut pembagian dewan adat Kabupaten Alor dan ditugaskan untuk terus memelihara keaslian kampuang adat Latifui

" Ketentuan dari leluhur kami untuk adat istiadat ini terus dilestarikan , kami hanya melanjutkan apa yang ditinggalkan oleh nenek moyang kami., " Ucap Karel Malbiyeti saat di temui rri.co.id di kampung adat Latifui, Kamis (4/7/2024).

Dengan maraknya pengaruh budaya luar saat, ia mengatakan kampung adatnya menolak dengan keras semua jenis budaya luar yang berorientasi negatif, yang diakuinya dapat membuat anak-anak muda suku Latifui melupakan budaya asli Alor.

"Kami sangat menolak budaya dari luar terutama budaya joget di tempat-tempat acara yang saat ini marak di kalangan anak muda, " tegasnya.

Dengan luas wilayah 86 m² yang terdiri dari 5 rumah adat, kampuang Latifui menjadi rumah bagi 6 kepala keluarga dan 68 jiwa yang hingga saat ini masih menjunjung tinggi norma dan adat istiadat yang diturunkan leluruh, tidak hanya itu mereka juga tetap membuka diri bagi masyarakat luar yang ingin mengenal budaya mereka. pada tahun 2024 ini telah ada sebanyak 89 turis mancanegara yang berkunjung dan menikmati kearifan budaya Latifui.

Direncanakan tanggal 28 Juli 2024 nanti akan diadakan upacara adat sakral memasuki masa potong kebun (pembersihan lahan) yang juga akan didukung sepenuhnya oleh pemerintah daerah. Lewat momen ini diharapkan akan lebih banyak turis dalam negeri maupun mancanegara yang berkunjung ke kampung adat yang juga bertetanggaan dengan kampung adat Takpala tersebut. (Dian Salmay).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....