Mengenal Karakter dan Filosofi ’Tari Topeng Rumyang’ Cirebon

  • 29 Mei 2024 18:00 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: Jenis tarian yang ada di Indonesia memang mempunyai keunikan dan ciri khas tersendiri. Keunikan yang dimiliki ada di dalam gerakannya, properti, kostum atau busana, makna tarian, dan juga sejarahnya. Apakah Anda pernah singgah ke Kota Cirebon, Jawa Barat? Kalau jawaban Anda Iya, itu artinya anda juga tentu sudah mengenal segala cerita indah yang masih banyak tersembunyi di kota ini, mulai dari tradisi, budaya, kesenian, bangunan peninggalan sejarah hingga kulinernya.

Tari Topeng Cirebon adalah salah satu tarian di wilayah kesultanan Cirebon. Pada awalnya tari topeng bermula sejak era Jawa Kuno di Jawa Timur. Pada masa-masa selanjutnya berkembang dan menyebar ke Jawa Tengah, Cirebon, bahkan juga Banjar dan Kutai. Tari Topeng Cirebon, berkembang di daerah Cirebon, termasuk Subang, Indramayu, Jatibarang, Majalengka, Losari, dan Brebes. Disebut tari topeng karena penarinya menggunakan topeng di saat menari.

Tari Topeng Cirebon pada zaman dahulu biasanya dipentaskan menggunakan tempat pagelaran yang terbuka berbentuk setengah lingkaran, misalnya di halaman rumah, di blandongan (bahasa Indonesia: tenda pesta) atau di bale (bahasa Indonesia: panggung) dengan obor sebagai penerangannya. tetapi dengan berkembangnya zaman dan teknologi, tari Topeng Cirebon pada masa modern juga dipertunjukan di dalam gedung dengan lampu listrik sebagai tata cahayanya.

Ada banyak jenis karakter tari topeng Cirebon, Salah satunya adalah tari topeng Rumyang. Karakter dari tokoh Rumyang adalah Patih (Tumenggung) yang memiliki wajah menggambarkan seorang remaja, topeng berwarna Merah Muda serta sosok orang dewasa yang berwajah tegas, berkepribadian, serta bertanggung jawab. Merunut sejarah, kesenian ini lahir lebih kurang 400 tahun lalu dengan Pangeran Angkawijaya dipercaya sebagai pencipta.

Sebagai tarian tradisional, Tari Topeng Rumyang dikenal penuh dengan simbol yang memiliki pesan tentang nilai kepemimpinan, cinta dan kebijaksanaan serta filosofi yang juga menggambarkan aspek kehidupan yang sangat luas, mencakup kepribadian, cinta, angkara murka, kepemimpinan, serta perjalanan hidup manusia dari lahir hingga dewasa.

Tidak hanya mengandung unsur hiburan, tarian ini juga mempunyai nilai-nilai dan pesan tertentu. Beberapa diantara nilai tersebut hadir dalam bentuk simbolik, dimana masih perlu pengertian supaya bisa menerapkannya dalam setiap aspek kehidupan. Oleh sebab itu, tari topeng dipercaya mempunyai nilai pendidikan. Seperti cinta, kepribadian, penggambaran hidup manusia dari kecil hingga tau, dan angkara murka.

(Sumber: Wikipedia)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....