BCF 2026 Perkuat Harmoni Budaya Banyumas

  • 10 Feb 2026 11:03 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-455 Kabupaten Banyumas, Dewan Kesenian Kabupaten Banyumas untuk pertama kalinya akan menggelar Banyumas Culture Festival (BCF) 2026. Festival ini mengusung tema “Harmoni Budaya di Usia 455 Tahun Banyumas” dan dirancang sebagai ruang pertemuan antara seni tradisi, budaya lokal, dan perkembangan zaman.

Hal tersebut disampaikan Ketua Panitia Penyelenggara BCF 2026, Muhammad Ridwan. Ia menjelaskan bahwa gagasan penyelenggaraan festival ini berangkat dari keinginan Dewan Kesenian Kabupaten Banyumas untuk lebih berperan aktif dalam rangkaian peringatan hari jadi daerah. 

Selama ini, keterlibatan Dewan Kesenian biasanya dilakukan dengan bergabung dalam kegiatan kedinasan atau pementasan lain, tanpa menggelar acara secara mandiri. “Untuk kali ini kami mencoba menggelar sebuah festival sendiri agar peringatan hari jadi Banyumas bisa lebih meriah dan benar-benar dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, BCF 2026 juga menjadi upaya membangun harmoni antara berbagai kesenian tradisi Banyumas dengan pusaka budaya yang dimiliki daerah. Tema yang diusung mencerminkan pesan bahwa seni dan budaya tradisi harus tetap berjalan seiring dengan kemajuan teknologi dan perubahan pola pikir generasi saat ini.

“Di era perkembangan teknologi sekarang, seni tradisi dan budaya tidak bisa bertolak belakang. Keduanya harus berjalan bersama, saling menguatkan, dan tidak saling mengalahkan,” katanya, menjelaskan.

Banyumas Culture Festival 2026 rencananya akan digelar selama dua hari, yakni pada 14–15 Februari 2026. Sejumlah kesenian unggulan akan ditampilkan, di antaranya Sendratari Jaga Bayan, sebuah garapan yang menyasar kalangan muda seperti pelajar dan mahasiswa. 

Selain itu, akan ditampilkan pula Epic Garap Fragmentari dengan kemasan berbeda dari pertunjukan epik konvensional, tanpa meninggalkan nilai tradisi yang tetap dijaga. Festival ini juga menghadirkan Daglung, sebuah bentuk dagelan khas Banyumasan yang diinisiasi oleh komunitas seni Sang Karsini Samudera.

Pertunjukan ini menggabungkan unsur sastra, teater, serta iringan musik calung dari bambu yang menjadi ciri khas daerah. Sebagai puncak acara, BCF 2026 akan menampilkan pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk yang dimainkan oleh tiga dalang muda dalam satu panggung. 

Ketiga dalang tersebut merupakan binaan Dewan Kesenian Kabupaten Banyumas dan telah meraih prestasi di tingkat provinsi maupun nasional. Selain itu, akan ada pula sejumlah pementasan pendukung lainnya.

Ritwan berharap Banyumas Culture Festival dapat menjadi ajang representatif pagelaran seni budaya di Banyumas dan terus berlanjut setiap tahunnya. “Harapannya, Banyumas Culture Festival bisa menjadi agenda tetap dan identik dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Banyumas,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....