Jembatan Kereta Api di Banjarnegara Diusulkan Jadi Cagar Budaya

  • 07 Jul 2026 15:27 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banjarnegara: Jembatan rel si roda besi kereta api di Banjarnegara mulai dikaji oleh Yayasan Sahabat Muda Indonesia (YSMI) untuk kemudian diusulkan menjadi cagar budaya. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Kajian Objek Pemajuan Kebudayaan dan Cagar Budaya Dana Indonesiaraya yang didukung penuh oleh Kementerian Kebudayaan RI dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tahun 2025.

Selasa 7 Juli 2026, tim YSMI yang dibantu oleh Komunitas Brotherhood of Rompi Orange melakukan penelitian lapangan di ruas jembatan Gribig Desa Prigi Kecamatan Sigaluh Kabupaten Banjarnegara.

Di tempat itu, tim mendapati bangunan rangka jembatan yang masih relatif kokoh, hanya saja bantalan dan rel kereta api sama sekali sudah tidak ada. Ketua Umum YSMI Heni Purwono merasa bersyukur jembatan ini relatif masih utuh.

"Ini merupakan salah satu dari empat jembatan kereta api Serajoedal Stoomtram Maatschappij (SDS) di Banjarnegara yang melintasi jalan nasional. Usianya lebih dari seabad. Satu jembatan sudah dibongkar tepatnya di daerah depan pom bensin Prigi sekarang. Kalau tidak kita tetapkan jadi cagar budaya, ini juga rawan dibongkar," ujar guru sejarah SMAN 1 Sigaluh itu.

Ade Hermanto dari Komunitas Brotherhood of Rompi Orange mengungkapkan pihaknya sangat mendukung pengajuan jembatan kereta api di Banjarnegara menjadi cagar budaya.

"Pekerjaan kita setiap hari di jalanan, jadi melihat perkembangan dari masa ke masa jejak kereta api ini. Memang belum ada upaya pelestarian dan rawan kerusakan. Tadi kita lihat juga tidak ada rel kereta api sama sekali. Padahal ini bisa menjadi penanda kota dan juga pengingat sejarah," ujar Ade.

Ia berharap ke depan ada perhatian lebih terhadap objek cagar budaya perkeretaapian di Banjarnegara. Kalaupun tidak direaktivasi, paling tidak jejak-jejak seperti jembatan ini harapannya tetap utuh.

"Mungkin tidak punya nilai ekonomi seperti rel biasa yang saat ini banyak disewakan PT KAI, namun nilai sejarahnya justru tak ternilai untuk anak cucu kita," tandas Ade.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....