Sekolah Rakyat Era Kolonial di Madukara Diusulkan Jadi Cagar Budaya

  • 06 Jul 2026 14:27 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banjarnegara: Era Presiden Prabowo sekarang banyak membangun Sekolah Rakyat, termasuk yang ada di Banjarnegara Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SMRP) 27, namun ternyata jauh lebih lama Banjarnegara sudah memiliki Sekolah Rakyat (SR). SR tersebut adalah SR VI Madukara, yang saat ini menjadi SD Negeri Pekauman Madukara, Banjarnegara.

Saat ini sekolah tersebut tengah dikaji oleh Yayasan Sahabat Muda Indonesia (YSMI) dan Tim Ahli Cagar Budaya TACB) Kabupaten Banjarnegara untuk dijadikan cagar budaya.

Senin, 6 Juli 2026, Ketua Umum YSMI Heni Purwono berkunjung ke sekolah itu untuk melakukan kajian lapangan. "Ini menarik karena dalam buku induk yang ada, diawali tahun 1949. Ada siswa bernama Partijah yang masuk 10 September 1949, anak dari Santawirja, petani di Limbangan dan tamat pada 14 Juni 1950. Artinya itu saat-saat akhir perang kemerdekaan, jadi permulaan suasana damai di Indonesia," jelas Heni.

Menariknya, tambah Heni, sekolah tersebut sudah berdiri sejak tahun 1912 sesuai dengan Surat Penyerahan Tanah tahun 1983. "Kalau melihat rupa bangunannya, jelas sekolah ini sejaman dengan SDN 1 Kecepit yang memang berdiri awal abad 20. Pertanyaannya, kalau ini SR VI Madukara, sekolah serupa di Madukara lainnya mana? Mengapa yang masih tersisa utuh bangunannya hanya di sini," tanya Heni.

Ia berharap, bangunan SR VI Madukara ini dapat segera ditetapkan menjadi cagar budaya beserta beberapa benda lainnya. "Selain bangunan ada empat buku induk yang nanti juga akan kami koordinasikan dengan Disarpus untuk didigitalisasi dan dirawat, ada 3 buah lemari dan 3 buah kursi. Ini aset sejarah pendidikan yang sangat berharga untuk mengkaji sejarah pendidikan di Banjarnegara," tandas Heni.

Kegiatan Pembahasan, Pengkajian, Dokumentasi dan Sosialisasi (Mbah Kaki Doso) Cagar Budaya Banjarnegara ini tengah dilaksanakan oleh YSMI atas dukungan Kementerian Kebudayaan melalui Program Dana Indinesiaraya dengan dana dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tahun 2025. Rencananya hasil-hasil kajian yang dilakukan oleh YSMI akan diberikan kepada TACB Banjarnegara untuk membantu percepatan penetapan cagar budaya di Banjarnegara.

Bupati Banjarnegara Amalia Desiana juga sangat mendukung program ini, terlebih melihat potensi cagar budaya yang ada di lingkungan pendidikan. "Tolong kami dibantu untuk mengurusi hal itu bersama Disbudpar dan pihak terkait. Ini aset yang luar biasa, harus kita jaga dan rawat. Jangan sampai ada cagar budaya yang terbengkalai," harap Amalia.

Kepala SDN Pekauman Madukara Mufariatun sangat berharap dengan kajian ini menjadikan pemerintah lebih peduli terhadap bangunan cagar budaya. "Kondisinya ya seperti itu. Kami tentu sangat mendukung untuk dijadikan cagar budaya. Sekaligus berharap ada perhatian lebih mengingat kondisi tembok beberapa sudah ada yang rusak dan perlu perbaikan," ujar Mufariatun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....