LPKA dan Dinkes Palu Bersinergi Jaga Kesehatan Anak
- 27 Jan 2026 16:39 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Dinas Kesehatan Kota Palu mengapresiasi langkah Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palu Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, dalam upaya perlindungan Anak Binaan melalui pelasanaan Voluntary Counselling and Testing (VCT) Mobile serta screening penyakit Sifilis dan HIV-AIDS. Deteksi dini tersebut digelar pada Selasa, 27 Januari 2026.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WITA ini dilakukan dengan metode yang humanis dan privat. Sebanyak 18 orang Anak Binaan mengikuti rangkaian tes yang meliputi penginputan data diri, konseling singkat, hingga pengambilan sampel darah oleh tim medis profesional.
Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan, seluruh Anak Binaan yang mengikuti deteksi dini dinyatakan negatif dari virus HIV maupun penyakit Sifilis. Meski demikian, tim kesehatan tetap memberikan edukasi mengenai bahaya Infeksi Menular Seksual (IMS) sebagai bekal pengetahuan bagi Anak Binaan saat kembali ke masyarakat.
Pengelola Program HIV-AIDS Dinkes Kota Palu Ni Made Suryati, menekankan pentingnya deteksi dini baik di populasi beresiko maupun lingkungan tertutup. Menurutnya, hasil pemeriksaan tersebut menjadi kabar baik bagi upaya pengendalian penyakit menular di Kota Palu.
"Kami sangat mengapresiasi kooperatifnya anak-anak binaan dan dukungan penuh pihak lembaga. Hasil negatif ini adalah kabar baik bagi kita semua di Kota Palu," ungkap Ni Made Suryati.
Hal senada disampaikan Lise, salah satu tenaga kesehatan yang mendampingi proses screening di LPKA Palu. Ia mengungkapkan, seluruh rangkaian pemeriksaan berjalan lancar dan tertib.
"Selain pemeriksaan fisik, kami juga memberikan penguatan mental agar mereka lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi dan gaya hidup sehat selama di sini," tambah Lise.
Program ini terlaksana berkat kolaborasi solid dengan Dinas Kesehatan Kota Palu dan Puskesmas Bulili. Proses pemeriksaan dipantau langsung oleh Kepala LPKA Palu, Welli, guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai protokol kesehatan dan keamanan.
Dengan screening berkala, diharapkan mata rantai penyebaran penyakit menular dapat diputus. Upaya ini sekaligus mendukung terwujudnya generasi muda yang sehat dan siap menyongsong masa depan pasca-pembinaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....