Jenis Impor Lebih Diminati, namun Anggur Lokal Palu Tetap Dipertahankan

  • 30 Jul 2026 12:10 WIB
  •  Palu
Poin Utama
  • Budidaya anggur di Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu berkembang dengan berbagai varietas impor yang menjadi favorit konsumen.
  • Anggur lokal varietas Probolinggo memiliki cita rasa yang lebih manis dibandingkan daerah asalnya dan telah lama menjadi ciri khas Palu.
  • Pemerintah Kota Palu berkomitmen mempertahankan keberadaan anggur lokal Probolinggo di tengah perkembangan varietas impor.

RRI.CO.ID, Palu - Budidaya anggur di Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu berkembang dengan berbagai varietas impor yang kini menjadi favorit konsumen.

Meski demikian, Pemerintah Kota Palu tetap berkomitmen mempertahankan keberadaan anggur lokal varietas Probolinggo. Jenis ini telah lama menjadi ciri khas daerah, karena memiliki cita rasa yang lebih manis dibandingkan daerah asalnya.

Salah satu Petani Anggur Duyu, Herianto, mengatakan saat ini kelompok taninya membudidayakan sekitar 12 varietas anggur impor. Namun, anggur lokal Probolinggo tetap dipertahankan karena memiliki karakter rasa yang khas.

"Kalau yang paling banyak dicari memang anggur impor, seperti Akademik, Trans, dan Everest, tapi anggur lokal Probolinggo tetap kami tanam," ujarnya.

Menurut Herianto, selain lebih diminati pasar, anggur impor juga memiliki keunggulan dari sisi budidaya. Masa panennya hanya sekitar 90 hari setelah pemangkasan, sedangkan varietas lokal membutuhkan waktu sekitar 125 hari.

Kondisi tersebut, menurutnya, membuat produktivitas anggur impor lebih tinggi karena dapat dipanen hingga tiga kali dalam setahun.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palu, Lukman, menegaskan pemerintah tidak akan meninggalkan varietas lokal. Ia menyebut, anggur Probolinggo telah menjadi identitas Kota Palu sejak puluhan tahun lalu.

"Varietas impor memang terus kami dorong karena sangat diterima masyarakat, namun yang lokal, khususnya Probolinggo, tetap kami jaga karena sudah menjadi anggur ciri khas Kota Palu," kata Lukman.

Ia menjelaskan, pemerintah terus melakukan pendampingan kepada petani untuk menjaga kualitas bibit lokal, sekaligus mengembangkan berbagai varietas baru. Hal ini, agar produksinya mampu memenuhi kebutuhan pasar tanpa menghilangkan identitas anggur khas Palu.

Selain itu, Lukman mengungkapkan anggur ditetapkan sebagai komoditas unggulan di Kelurahan Duyu dan Boyoge sebagai bagian dari pengembangan hortikultura Kota Palu.

Dengan strategi tersebut, Pemerintah Kota Palu berharap anggur lokal tetap mampu bersaing di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap varietas impor. Sekaligus, memperkuat posisi Palu sebagai salah satu sentra budidaya anggur di Indonesia. (KA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....