Video Damkar Way Kanan Tuai Polemik, Ini Penjelasan Resmi

  • 24 Jan 2026 12:18 WIB
  •  Waykanan

RRI.CO.ID, Way Kanan - Sebuah video berdurasi 22 detik mendadak viral di media sosial dan memicu reaksi negatif dari warganet.

Dalam video tersebut merekam aksi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) yang terlihat menuangkan air dari galon ke atas armada pemadam saat kebakaran hebat melanda minimarket di Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan, Jumat 23 Januari 2026.

Kebakaran yang terjadi tepat di depan gerbang perkantoran Pemda Way Kanan tersebut menarik perhatian massa.

Dalam potongan video yang beredar, terdengar suara warga yang menyayangkan aksi petugas dengan dialek setempat.

"Ngisi dak'ah suda makai Alkon, makai galon, haga ngurik ko mesin na cadang, bela pai harta hun," ujar salah satu warga dalam video tersebut.

Jika diartikan: "Ngisi itu pakai Alkon, ini pakai galon. Mau menghidupkan (mesin) tapi mesinnya rusak, habis dulu harta orang".

Celotehan tersebut lantas memicu persepsi bahwa petugas tidak profesional karena dianggap mengisi tangki mobil pemadam yang besar hanya dengan air galon di tengah situasi darurat.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Way Kanan, Irwansyah, memberikan klarifikasi.

Ia menjelaskan api memang sangat cepat menjalar karena banyaknya material mudah terbakar di dalam gerai, seperti stok minyak goreng dan barang lainnya.

Terkait tudingan tersebut, Irwansyah meluruskan bahwa ada kesalahpahaman teknis yang dilihat oleh masyarakat.

"Saat itu, armada dari unit Blambangan kehabisan air dan sedang menunggu bantuan dari unit Baradatu. Namun, unit Baradatu mengalami kendala teknis pada mesin pompa (Alkon), sehingga air di tangki Baradatu harus dipindahkan secara manual ke tangki unit Blambangan agar bisa segera disemprotkan," jelas Irwansyah, Sabtu 24 Januari 2026

Ia menyatakan bahwa air galon tersebut bukan digunakan untuk mengisi tangki mobil, melainkan untuk memancing mesin pompa.

"Untuk menghidupkan mesin Alkon pemindah air itu, diperlukan air pancingan. Itulah yang terlihat di video; petugas sedang mengisi mesin Alkon menggunakan galon, bukan mengisi tangki mobil. Jadi, itu prosedur teknis agar mesin penyedot bisa bekerja," kata dia.

Atas ketidaknyamanan dan persepsi negatif yang muncul, Irwansyah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Kabupaten Way Kanan.

"Saya jelaskan kembali bahwa itu mengisi Alkon, bukan mengisi tangki. Saya memohon maaf jika pelayanan kami belum bisa memberikan kepuasan maksimal. Segala masukan akan kami jadikan bahan evaluasi untuk perbaikan kinerja ke depan," ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....