Pengusaha Perabot Meulaboh Terkendala Bahan Kayu Gelondongan
- 20 Jan 2026 08:25 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh – Pelaku usaha perabot rumah tangga di Kabupaten Aceh Barat mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan baku kayu gelondongan, khususnya kayu meranti. Kondisi tersebut berdampak pada keterbatasan jenis produksi yang dapat dikerjakan oleh pengrajin perabot lokal.
Hal ini disampaikan Syauwilin, pengusaha perabot rumah tangga di Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat, saat ditemui pada Selasa, 20 Januari 2026. Ia mengatakan, saat ini pihaknya tidak dapat mengerjakan pesanan lemari berbahan kayu papan karena ketiadaan kayu gelondongan sebagai bahan utama.
“Karena tidak ada kayu gelondongan, khususnya kayu meranti, untuk pesanan lemari kami hanya bisa mengerjakan dengan bahan baku triplek,” ujar Syauwilin.
Menurutnya, selama ini pasokan kayu papan biasanya berasal dari wilayah Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, serta dari Kabupaten Pidie Jaya. Namun, sudah sekitar satu semester terakhir pasokan kayu dari daerah tersebut tidak lagi masuk ke Meulaboh. Akibatnya, pengusaha perabot kesulitan memperoleh bahan baku kayu solid.
Syauwilin menjelaskan, keterbatasan bahan baku tersebut memaksa pelaku usaha untuk menyesuaikan jenis produksi. Saat ini, ia hanya menerima dan mengerjakan pesanan perabot yang berbahan dasar triplek, seperti lemari, meja, dan perabot rumah tangga lainnya yang memungkinkan dibuat dari kayu olahan tersebut.
“Untuk melancarkan kegiatan produksi dan memenuhi pesanan dari pelanggan, kami hanya bisa menerima order berbahan triplek saja. Bahan ini masih mudah didapatkan dari toko-toko di Meulaboh,” jelasnya.
Ia menambahkan, meskipun permintaan pasar terhadap perabot berbahan kayu solid masih cukup tinggi, keterbatasan bahan baku membuat pelaku UMKM tidak dapat memenuhi seluruh permintaan tersebut. Kondisi ini dikhawatirkan akan berdampak pada pendapatan pengusaha perabot serta keberlangsungan usaha dalam jangka panjang.
Syauwilin berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat mencarikan solusi terhadap persoalan distribusi dan ketersediaan kayu gelondongan bagi pelaku UMKM perabot. Menurutnya, dukungan terhadap ketersediaan bahan baku sangat dibutuhkan agar usaha perabot lokal tetap bertahan dan mampu bersaing.
Ia juga menilai sektor perabot rumah tangga memiliki potensi besar dalam mendukung perekonomian daerah, sehingga perlu perhatian serius agar kendala bahan baku tidak terus berlarut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....