Festival Literasi Sulut 2025 Sukses Rangkul Generasi Muda

  • 12 Des 2025 17:24 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado: Rangkaian Festival Literasi Sulawesi Utara 2025 kembali memberi ruang bagi kreativitas dan pemikiran kritis generasi muda. Mengusung tema “Menguatkan Literasi Melalui Kearifan Lokal”, festival yang berlangsung pada 10–12 Desember 2025 di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulut ini menghadirkan tiga hari rangkaian kegiatan yang saling melengkapi.

Pada hari pertama, Rabu (10/12/2025), festival dibuka dengan Workshop Literasi Digital bertajuk “Teknologi Bukan Tuhan”. Sesi ini mengajak peserta memahami pentingnya bijak bermedia di tengah derasnya arus teknologi. Esoknya, Kamis (11/12/2025), panggung literasi makin hidup lewat bedah buku “Keberagaman Dalam Semangkuk Tinutuan (Kumpulan Cerita dari Utara)”, karya yang menggali kekayaan budaya Sulawesi Utara melalui kisah-kisah lokal.

Festival ditutup pada Jumat (12/12/2025) dengan Talkshow Literasi, Bisnis, dan Kewirausahaan, yang menghadirkan perspektif baru tentang bagaimana literasi dapat bersenyawa dengan peluang ekonomi kreatif.

Keberhasilan rangkaian kegiatan ini tak lepas dari dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulut serta Perpustakaan Nasional RI.

Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulut, Teresia T. Sompie, menegaskan tujuan utama penyelenggaraan festival ini.

“Tujuan utamanya untuk menunjang pembangunan literasi di masyarakat, terutama generasi muda, agar siap menyambut Indonesia Emas 2045. Karena itu, sejak sekarang perlu dipersiapkan melalui kolaborasi pemerintah dan berbagai lintas sektor,” ujar Teresia.

Ia juga berharap generasi muda tidak sekadar mencintai buku, tetapi menjadikannya bagian dari kehidupan sehari-hari sehingga memberi manfaat nyata bagi masa depan mereka.

Teresia turut menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, serta Ibu Anik Yulius Selvanus selaku Bunda Literasi Sulut, yang menggagas dan mendorong terlaksananya festival ini. Melalui sinergi tersebut, ia optimistis literasi di Sulawesi Utara akan semakin kuat dan mampu memberi dampak positif bagi masyarakat, khususnya kaum muda yang menjadi penopang masa depan daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....