Zainal Abidin Pahlawan Nasional, Sherly: Pengakuan Kontribusi Malut

  • 10 Nov 2025 12:27 WIB
  •  Ternate

KBRN, Jakarta: Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menyebut penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Sultan Zainal Abidin Sjah sebagai pengakuan atas kontribusi besar Maluku Utara dan Indonesia Timur dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Penganugerahan dilakukan oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025), bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan Nasional 2025. Sultan Zainal Abidin Sjah merupakan salah satu dari sepuluh tokoh bangsa yang dianugerahi gelar tersebut.

Sherly hadir langsung dalam acara bersama keluarga Sultan Tidore ke-37. Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa gelar Pahlawan Nasional yang diberikan kepada Sultan Zainal Abidin Sjah adalah bentuk penghormatan negara kepada tokoh pemersatu wilayah timur Indonesia, khususnya dalam perjuangan integrasi Irian Barat ke dalam NKRI.

"Penganugerahan ini tidak hanya penghormatan kepada kepala sultan, tetapi bagi kami suatu pengakuan bahwa ada kontribusi besar dari Maluku Utara dan Indonesia Timur dalam menjaga kedaulatan republik Indonesia," ujar Sherly di Istana Negara.

Gubernur perempuan pertama Maluku Utara itu menyebut, sosok Zainal Abidin menjadi teladan dalam kepemimpinan berdaulat, persatuan, dan semangat kebangsaan yang relevan dengan konteks pembangunan daerah saat ini.

Menurut Sherly, perjuangan Sultan Zainal Abidin yang lahir di Soa-Sio, Tidore, pada 15 Agustus 1912, harus menjadi inspirasi bagi generasi muda. Sebagai Gubernur pertama Irian Barat (1956–1961) yang diangkat oleh Presiden Soekarno, Zainal Abidin menunjukkan kepemimpinan visioner dan komitmen terhadap keutuhan bangsa.

“Kita ingin generasi muda Maluku Utara belajar dari semangat beliau tentang bagaimana seorang pemimpin berjuang untuk persatuan, tanpa pamrih, dan dengan kecintaan mendalam pada tanah air,” kata Sherly.

Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Sultan Zainal Abidin juga dinilai sebagai simbol kebangkitan dan kebanggaan bagi Maluku Utara, sekaligus pengingat bahwa kontribusi wilayah timur Indonesia tak terpisahkan dari sejarah perjuangan nasional.

“Ini momentum penting bagi kita untuk terus meneguhkan semangat kebangsaan dari timur Indonesia. Maluku Utara tidak hanya bagian dari sejarah, tetapi juga pilar dalam menjaga keutuhan NKRI,” kata Sherly.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....