Pekan Sastra Cirebon 2025 Perkuat Ekosistem Literasi Lokal
- 01 Nov 2025 18:27 WIB
- Cirebon
KBRN, Cirebon: Komunitas Rumah Rengganis menggelar Pekan Sastra Cirebon 2025 di Keraton Kanoman, Sabtu (1/11/2025). Kegiatan ini menjadi ajang perayaan literasi dan kebudayaan yang menghadirkan berbagai kegiatan seperti diskusi sastra, bedah buku, pameran arsip, kemah sastra, hingga pertunjukan puisi.
Ketua Pelaksana, Fathan Mubarak, menyampaikan bahwa tema tahun ini bertajuk “Fantasia Cirebon”, yang diambil dari salah satu puisi karya penyair Ahmad Syubbanuddin Alwy. “Pekan Sastra Cirebon 2025 sengaja kami gelar untuk mengenang almarhum Ahmad Syubbanuddin Alwi, seorang penyair, budayawan, intelektual, dan aktivis Cirebon,” ujarnya pada Sabtu (1/11/2025).
Ia menambahkan, tahun ini Pekan Sastra Cirebon mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan RI melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Pemanfaatan dan Pembinaan Kebudayaan. “Tahun lalu kami didukung oleh Badan Bahasa, sekarang kami didukung langsung oleh Kementerian Kebudayaan,” kata Fathan.
Menurutnya, kegiatan berlangsung selama satu pekan dengan beragam agenda sastra di Cirebon dan Kuningan, serta ditutup dengan puncak acara di Keraton Kanoman. “Di puncak acara akan hadir perwakilan Kementerian Kebudayaan, Kepala Dinas Pariwisata, dan para pelaku literasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, melalui kegiatan ini pihaknya ingin menumbuhkan minat menulis di kalangan muda. Ia juga menilai, tradisi literasi di Cirebon masih didominasi oleh budaya lisan, sehingga perlu didorong melalui kegiatan seperti Pekan Sastra.
Ia pun berharap perhatian lebih dari pemerintah daerah terhadap perkembangan literasi dan sastra lokal.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Budaya Digital, Direktorat Jendral Pengembangan Pemanfaatan dan Pembinaan Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan Andi Syamsu Rijal, S.S., M.Hum menyebut Pekan Sastra Cirebon juga sejalan dengan program nasional untuk penguatan ekosistem sastra. “Kegiatan ini menjadi ruang bagi komunitas untuk memperkuat jejaring dan mengembangkan sastra di daerah,” ujarnya.
Andi menjelaskan, Kementerian Kebudayaan kini membuka berbagai ruang kolaborasi dengan komunitas dan sanggar seni di seluruh Indonesia. “Kami ingin kegiatan sastra dan kebudayaan bisa terfasilitasi melalui program yang ada di balai pelestarian kebudayaan di setiap daerah,” katanya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya menyediakan sarana publik bagi kegiatan kebudayaan. Andi pun mengajak masyarakat untuk turut melestarikan kebudayaan melalui kegiatan literasi.
“Mari bersama-sama melindungi dan mengembangkan kebudayaan, karena kegiatan sastra seperti ini bukan hanya ruang ekspresi, tapi juga penguatan identitas Cirebon,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....