Waruga Sawangan Dongkrak Ekonomi dan Desa Wisata Sawangan

  • 09 Okt 2025 16:28 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado: Situs budaya Waruga Sawangan tidak hanya melestarikan nilai sejarah dan budaya Minahasa, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal di Desa Sawangan, Kabupaten Minahasa Utara. Setiap kunjungan wisatawan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, terutama pelaku usaha kecil.

Ferni Trovena, anggota IPI (Insan Pariwisata Indonesia), mengatakan, meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara beberapa tahun terakhir ikut membantu meningkatkan penghasilan masyarakat desa. “Kalau tamu datang, warga bisa berjualan kuliner tradisional, cinderamata, sampai hasil kebun seperti kayu manis dan vanila. Jadi manfaatnya langsung dirasakan,” ujarnya dalam Magota Bacarita "Kontribusi Situs Budaya untuk Pariwisata Sulut" (2/10).

Desa Sawangan kini ditetapkan sebagai salah satu desa wisata unggulan dan masuk 100 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) secara nasional. Selain Waruga Sawangan, desa ini memiliki daya tarik lain seperti wisata arung jeram, gua peninggalan Belanda dan Jepang, serta lanskap alam yang masih asri.

Ferni menjelaskan, perpaduan antara potensi alam dan budaya membuat Sawangan menjadi contoh desa wisata berkelanjutan. “Wisata budaya dan wisata alam saling menguatkan. Waruga membawa wisatawan datang, sementara potensi alam dan kuliner lokal membuat mereka betah berlama-lama,” katanya.

Menurutnya, pemerintah daerah juga berperan penting dalam promosi dan perlindungan situs. Beberapa waktu lalu, promosi Waruga Sawangan bahkan diliput media asing dari Korea dan Italia. “Wisatawan luar negeri mencari hal-hal yang tidak mereka temukan di negaranya. Mereka tidak mencari kemewahan, tapi keaslian,” ujar Ferni.

Ia menambahkan, masyarakat perlu terus menjaga warisan leluhur ini dengan niat baik dan kesadaran budaya. “Waruga sudah ada ratusan tahun. Sekarang tugas kita memastikan generasi berikutnya masih bisa melihat dan belajar darinya,” tutur Ferni.

Waruga Sawangan kini menjadi ikon kebanggaan Sulawesi Utara sekaligus bukti bahwa warisan budaya bisa berjalan seiring dengan pembangunan ekonomi masyarakat.

(Noni Octavia)


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....