Mahasiswa Sulap Limbah Kulit Nanas Jadi Produk Bermanfaat

  • 10 Sep 2025 13:21 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Purwokerto: Inovasi kreatif kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Farmasi UMP mengolah limbah kulit nanas menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi.

Hal tersebut disampaikan Ketua Tim PPK Ormawa BEM Fakultas Farmasi UMP, Naufal Awal R. Ia menjelaskan alasan utama timnya memilih limbah kulit nanas sebagai bahan dasar produk.

"Di Desa Beluk, kami melihat banyak limbah kulit nanas yang dibuang begitu saja. Padahal di dalamnya terkandung vitamin C dan enzim bromelin yang sangat potensial," ucapnya.

Limbah kulit nanas tidak langsung digunakan, melainkan melalui proses yang cukup panjang. Mulai dari pencucian, pengeringan, hingga penghalusan menjadi bubuk.

Selanjutnya, bubuk tersebut direndam dalam etanol selama lima hari melalui proses maserasi. Hasil ekstraknya kemudian diolah menjadi berbagai produk.

"Hingga saat ini, sudah ada tiga produk yang kami hasilkan, yaitu Nanaskin Body Lotion, Gaminas (permen gummy), dan POC atau pupuk organik cair," katanya.

Respon masyarakat terhadap produk-produk ini pun cukup positif. Salah satunya adalah permen gummy Gaminas yang dinilai aman dikonsumsi bahkan oleh orang dengan alergi nanas.

"Permennya tidak menyebabkan gatal, berbeda dengan konsumsi nanas biasa. Body lotion-nya juga mendapat respon baik karena mampu melembapkan dan sedikit mencerahkan kulit," katanya, menambahkan.

Meski berhasil menciptakan produk inovatif, tim menghadapi tantangan besar dalam hal perizinan. Salah satunya adalah standarisasi dan izin edar dari BPOM.

"Ini yang masih kami perjuangkan agar produk bisa dipasarkan lebih luas," katanya.

Maka dari itu, Naufal berharap program pengelolaan limbah kulit nanas ini dapat terus berlanjut dan mendapat dukungan dari pemerintah desa. “Kami sudah membentuk kelompok di desa. Harapannya, ke depan pihak desa bisa melanjutkan program ini dengan dukungan anggaran desa agar manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....