Kepri Dinilai Potensial Jadi Poros Ekspor Kelapa Olahan

  • 30 Jun 2025 18:44 WIB
  •  Batam

KBRN, Batam: Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, menyatakan dukungannya terhadap peningkatan volume ekspor komoditas unggulan Kepri, khususnya produk olahan kelapa. Dukungan tersebut disampaikan saat ia menghadiri pelepasan ekspor coconut meat ke Malaysia di PT Heng Guan Batam Industries, Tanjungpinggir, Sekupang, Batam, Sabtu (28/6/2025).

Produk olahan kelapa yang dilepas ke pasar Malaysia tersebut mencapai 19,2 ton dengan nilai ekonomi sebesar Rp512,4 juta. Proses sertifikasi dan pelepasan dilakukan oleh Badan Karantina Indonesia melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Riau. Ekspor ini dinilai memperkuat orientasi Kepri sebagai wilayah yang aktif dalam perdagangan internasional, meski memiliki keterbatasan sumber daya.

“Kepri hanya memiliki 4 persen wilayah daratan dan sumber daya alam yang terbatas, tetapi memiliki keunggulan strategis karena letaknya sangat dekat dengan pasar internasional seperti Singapura dan Malaysia,” ujar Nyanyang.

Ia menekankan bahwa posisi geografis yang menguntungkan menjadikan Kepri sangat potensial dalam rantai perdagangan global.

Nyanyang juga menyoroti pentingnya dukungan lintas sektor, mulai dari Badan Karantina, Bea Cukai, otoritas pelabuhan, hingga bandara, guna mengatasi hambatan logistik dan memperkuat akses ekspor. Menurutnya, ekspor komoditas unggulan akan memberikan efek berganda terhadap ekonomi daerah, mulai dari sektor hulu seperti perkebunan, hingga hilir di bidang distribusi dan industri pengolahan.

“Dampak akhirnya tentu pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya. Nyanyang juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi, termasuk terkait Devisa Hasil Ekspor (DHE). Berdasarkan PP Nomor 36 Tahun 2023, eksportir wajib memasukkan DHE ke dalam sistem keuangan nasional sebagai bentuk kontribusi terhadap perekonomian negara.

Pemerintah Provinsi Kepri, lanjut Nyanyang, terus berupaya menciptakan terobosan agar ekspor tetap tumbuh meskipun fasilitas dan sumber daya masih terbatas.

“Faktanya, kita bisa ekspor ke Singapura, Malaysia, hingga Vietnam. Ini menunjukkan potensi luar biasa Kepri,” ujarnya optimis.

Ia berharap ekspor produk kelapa tidak hanya memperluas akses pasar, tetapi juga mendorong pengembangan wilayah-wilayah perkebunan di Kepri yang memiliki potensi besar namun belum tergarap maksimal. Hal ini, katanya, bisa menjadi langkah awal memperkuat ketahanan ekonomi daerah berbasis sektor unggulan.

Langkah ekspor ini sekaligus menegaskan komitmen Pemprov Kepri untuk menjadikan provinsi kepulauan tersebut sebagai poros baru ekspor nasional, terlepas dari segala keterbatasan. Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Barantin Sahat M. Panggabean, Kepala Balai Karantina Kepri Herwintarti, serta sejumlah pejabat dan pelaku usaha terkait.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....