Petani Milenial: Hidup Sejahtera, Cegah Kemiskinan

  • 22 Apr 2025 15:35 WIB
  •  Atambua

KBRN, Atambua: Memiliki kehidupan yang sejahtera lahir dan batin adalah pilihan hidup kita. Walaupun tidak terlepas dari apa yang sudah menjadi ketetapan Sang Pencipta. Namun, apakah petani milenial dapat hidup sejahtera dan mencegah terjadinya kemiskinan?

Gaspar B. Piris, salah satu petani milenial dari Kabupaten Timor Tengah Utara menekankan pentingnya melihat peluang dan kesempatan yang ada saat ini. Dalam wawancara bersama RRI Atambua awal Maret 2025, beliau menjelaskan mengapa dirinya memilih untuk menjadi seorang petani. “Peluang dan kesempatan itu ada di depan kita. Jika kita mau berusaha, tidak ada yang tidak mungkin,” jelasnya.

Melihat fenomena yang ada sekarang dimana sangatlah sulit untuk mencari pekerjaan, pilihan untuk menjadi petani bisa menjadi salah satu alternatif. “Menjadi petani milenial banyak sisi positifnya. Pertama dari sisi waktu karena dapat diatur sesuai kebutuhan dan yang terpenting adalah tidak adanya tekanan. Pemasukan pada saat panen dapat mencukupi kebutuhan dan dapat juga disisihkan sebagai tabungan,” ujarnya.

Saat ini, apa yang sudah diusahakan oleh Gaspar belum disambut antusias oleh anak-anak muda di desanya. Namun demikian, beliau tidak pantang menyerah. Menurutnya, tidak perlu mencari pekerjaan hingga ke luar daerah karena di daerah sendiripun pasti bisa berhasil memenuhi kebutuhan hidup dan mencegah kemiskinan. “Saya mengajak anak-anak muda di desa ini untuk bekerja. Program pemerintah yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah dicanangkan Pemerintah sejak 6 Januari 2025. Tentu saja, sektor pertanian akan diprioritaskan. Begitu juga dengan hortikultura sayuran dan buah-buahan serta peternakan. Artinya peluang sudah di depan mata,” tegas Gaspar.

Menjadi contoh bagi generasi muda lainnya untuk memenuhi kebutuhan hidup dan menjadi tulang punggung keluarga memang bukan hal yang mudah. Tetapi tekad Gaspar untuk memberdayakan Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia di desanya sangatlah kuat. “Lahan telah tersedia untuk tanaman padi, jagung, sayur-sayuran serta buah-buahan. Sayapun siap memfasilitasi para petani dan penampung untuk hasil panen yang ada. Hanya dengan kemauan dan kerja keraslah akan menjauhkan kita dari kemiskinan,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....