Kuda Milord Tewas, Pordasi Usulkan Aturan Baru Joki

  • 27 Feb 2025 10:21 WIB
  •  Manado

KBRN, Minahasa: Dunia pacuan kuda Tanah Air dikejutkan dengan insiden tragis di arena Jateng Derby 2025. Salah satu kuda andalan Sulawesi Utara, Milord, tewas setelah bertabrakan dengan kuda tanpa joki. Peristiwa ini menjadi sorotan di kalangan pecinta olahraga berkuda.

Menanggapi insiden tersebut, Ketua Dewan Pengawas Pengurus Pusat (PP) Persatuan Olahraga Berkuda Indonesia (Pordasi), Ir. Sherpa Manembu, mengusulkan agar aturan mengenai joki segera diterapkan guna meningkatkan keselamatan baik bagi joki maupun kuda.

“Keselamatan joki dan kuda harus menjadi prioritas. Saat ini belum ada regulasi yang mengikat mengenai batasan bagi joki dalam satu kompetisi. Mereka bisa menjadi joki untuk beberapa kuda tanpa batasan,” ujarnya.

Sherpa Manembu mengusulkan agar setiap joki hanya diizinkan menunggangi maksimal enam kuda dalam satu kompetisi. Menurutnya, saat ini banyak joki yang bisa menunggangi hingga sepuluh kuda atau lebih dalam satu pertandingan. Kondisi ini dinilai berisiko karena sebagian besar joki juga bertindak sebagai pelatih kuda.

“Banyak pemilik stable mempercayakan joki tertentu karena mereka juga merupakan pelatih kuda yang berlaga di kompetisi. Namun, demi keselamatan, perlu adanya pembatasan jumlah kuda yang bisa ditunggangi oleh satu joki,” jelasnya.

Sherpa Manembu menambahkan bahwa insiden tabrakan kuda di Jateng Derby harus menjadi pelajaran agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Ia juga menyoroti bahwa mayoritas joki yang berlaga, sekitar 85 persen, berasal dari Minahasa dan merangkap sebagai pelatih kuda. Dalam insiden di Jateng Derby, empat joki dilaporkan terjatuh.

Sebagai instruktur pertandingan, Sherpa Manembu turut mengusulkan pembatalan penentuan juara di kelas yang diikuti Milord. Ketua Umum PP Pordasi, Ario Djojohadikusumo, menerima usulan tersebut, dan hadiah pun dibagi rata kepada 11 peserta di kelas tersebut.

“Saya menyarankan agar tidak ada penentuan juara karena insiden ini. Oleh karena itu, keputusan diambil untuk membatalkan penobatan juara dan membagi hadiah secara merata kepada semua peserta,” pungkasnya.

(Jeff Assa)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....